ISPA Dominasi Penyakit di Pengungsian, HEOC Waspadai Suspek Pertusis

Tenda Pengungsian di Wancang - Cibal (Foto: Bertyn WG)

“Ini masih dalam proses penyelidikan epidemiologi. Kita tidak boleh panik, tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di lokasi pengungsian yang padat,” kata Fransiskus.

Selain pertusis, diare juga menjadi perhatian. Kasus diare tertinggi dilaporkan di wilayah kerja Puskesmas Reo dengan 65 kasus, terutama di Posko Barang Kolong sebanyak 45 kasus dan Golo Conggo sebanyak 16 kasus. Kasus juga dilaporkan dari wilayah kerja Puskesmas Timung dan Pagal.

HEOC merekomendasikan penguatan surveilans penyakit potensial wabah, termasuk pertusis, GHPR dan pneumonia, terutama di titik-titik pengungsian yang padat.

Menurut Fransiskus, masyarakat di pengungsian juga perlu terus mendapatkan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan ISPA dan diare serta kewaspadaan terhadap gejala penyakit.

“Segera laporkan kepada petugas kesehatan apabila ada demam, batuk, sesak, diare atau gejala lain yang memburuk. Deteksi dini jauh lebih baik daripada terlambat mendapatkan pertolongan,” pungkasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel