Haze Selimuti Pegunungan Manggarai, Warga Mulai Khawatirkan Kualitas Udara

Ruteng, infopertama.com – Fenomena kabut asap (haze) menyelimuti wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (12/10/2026). Hingga sore hari, jalur pegunungan di sepanjang wilayah Kabupaten Manggarai masih tampak tertutup kabut tebal yang membatasi jarak pandang dan mengganggu kualitas udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Manggarai, Charles Rihi, menegaskan kabut asap yang menutupi wilayah Manggarai bukan berasal dari TPA Ncalong-Wae Ri’i yang mengalami kebakaran.

Ia menambahkan, berdasarkan penjelasan BMKG Kupang dipastikan penyebab kondisi tersebut karena haze dari kebakaran di Papua yang terjebak di lapisan atmosfer.

“Berdasarkan penjelasan BMKG Kupang, fenomena udara kabur atau haze ini terjadi akibat peningkatan volume asap yang terperangkap di lapisan atmosfer bagian bawah karena adanya lapisan inversi,” ujar Charles saat ditemui usai pelantikan Penjabat Sekda Manggarai di Aula Dharma Wanita, Ruteng, Senin (12/10/2026) sore.

Charles menambahkan, BMKG mengindikasikan bahwa fenomena haze yang melanda Manggarai diduga kuat merupakan asap kiriman dari kebakaran di Papua yang terbawa angin dari arah timur.

“Pihak BMKG menyampaikan bahwa pergerakan asap berembus dari arah timur. Berdasarkan pantauan citra satelit, sebaran asap tersebut memang terdeteksi bergerak dari wilayah Papua hingga menyelimuti kawasan NTT, termasuk Manggarai,” jelasnya.

Fenomena ini pun memicu keprihatinan masyarakat setempat. Di media sosial, sejumlah warga Manggarai mulai menyuarakan kekhawatiran mereka terkait imbas kabut asap bagi kesehatan. Salah satunya terlihat dari unggahan akun Facebook Mariaku.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel