Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, memastikan hak pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak gempa bumi Flores tetap terjamin.
Meskipun berbagai infrastruktur sekolah mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana, kegiatan belajar mengajar dipastikan terus berjalan melalui penerapan skema pembelajaran fleksibel serta penyediaan kelas di tenda darurat.
Langkah taktis ini diambil oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai guna menindaklanjuti arahan langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, saat melangsungkan rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat Bencana.
Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, menegaskan bahwa proses belajar anak-anak tidak boleh terhenti total di tengah situasi krisis. Ia menyampaikan bahwa sesuai arahan pimpinan daerah, aktivitas pembelajaran harus tetap dilaksanakan meskipun masyarakat tengah berjuang menghadapi masa tanggap darurat pascagempa.
Guna mendukung pemulihan proses pembelajaran, Dinas PPO Kabupaten Manggarai telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah yang terdampak. Sekolah diimbau untuk menerapkan kombinasi antara sistem Belajar dari Rumah dan pertemuan tatap muka secara terbatas.
Dalam skema Belajar dari Rumah, para guru memberikan penugasan terstruktur yang dikoordinasikan melalui grup komunikasi digital seperti WhatsApp dan Telegram.
Sementara itu, sistem tatap muka terbatas diatur dengan pola gilir berkala sesuai ketersediaan ruang darurat. Selain untuk menjaga keberlanjutan akademik, pertemuan tatap muka ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendampingan psikologis guna memulihkan trauma para siswa yang terguncang akibat bencana.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












