Fokus Huntara dan Pemulihan Trauma, Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat 14 Hari

Ruteng, infopertama.com – Pasca gempa bumi magnitudo 7,7 yang menguncang Flores pertengahan Agustus lalu, Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi mengambil langkah sigap dengan memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.

Memasuki fase kedua ini, fokus penanganan tidak lagi sekadar mendistribusikan logistik darurat, tetapi mulai bergerak maju menyiapkan transisi pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Langkah strategis ini ditegaskan Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, dalam rapat koordinasi penanganan bencana secara virtual bersama Gubernur NTT, Melkiades Lakalena, dari Posko Tanggap Darurat Kabupaten Manggarai pada Kamis (27/8).

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika di lapangan, di mana sebagian besar warga masih memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena bayangan trauma yang belum sepenuhnya hilang.

Memasuki tahap kedua, Pemkab Manggarai menjadikan pemetaan ulang kerusakan bangunan sebagai prioritas utama. Tim gabungan telah diterjunkan langsung menyisir desa-desa terdampak guna menghimpun data yang presisi dan akurat.

Langkah cepat ini krusial karena validasi data di lapangan akan menjadi fondasi utama dalam merencanakan dan membangun hunian sementara (huntara) agar warga bisa segera berteduh dengan layak dan aman.

Di saat yang sama, pemerintah daerah memastikan pelayanan dasar bagi seluruh pengungsi tetap berjalan optimal.

Selain menjaga pasokan logistik dan layanan kesehatan, dukungan psikososial ditingkatkan untuk meredam rasa cemas serta mendampingi pemulihan trauma warga di pengungsian.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel