Ruteng, infopertama.com – Bencana gempa bumi Utama M7,7 yang terjadi sejak 15 Agustus 2026 mencatatkan total 642 jiwa yang terdampak, berdasarkan pembaruan rekapitulasi data korban pada 27 Agustus 2026 pukul 15.00 WITA. Dari keseluruhan korban tersebut, sebanyak 46 orang dilaporkan meninggal dunia, 58 orang mengalami luka berat, dan 538 orang lainnya menderita luka ringan.
Dampak korban meninggal dunia tersebar di beberapa lokasi dan kecamatan. Di Kecamatan Langke Rembong, korban meninggal dilaporkan terjadi di Karot atas nama Stefanus Jedaut (92), Tenda dengan korban Herlina Matildis Bire (43), Sarvolus Barus (60), dan Margareta Rita Sunarti (65), Pau atas nama Agustinus Magul (84), Compang Tuke atas nama Lukas Jehedot (81), PITAK atas nama Agnes Sima (76), Satar Tacik atas nama Veronika Timbul (80), serta Golo Dukal atas nama Tersia Nut (84).
Korban di wilayah ini meninggal akibat kondisi syok, tertimpa reruntuhan, maupun syok pasca gempa saat berada di rumah, RSUD Ruteng, hingga RS St. Rafael Cancar.
Kecamatan Cibal mencatatkan korban jiwa di Bea Mese yaitu Fabian Evita Jas (10), di Riung yaitu Rosalia Didung (68) dan Yuliana Kartini Amal (18), serta di Ladur yaitu Monika Impe (70), yang mana seluruhnya meninggal dunia di rumah akibat tertimpa bangunan.
Kasus tertimpa bangunan di rumah juga merenggut nyawa Kristina Srimurti (54) di Desa Golo Lanak, Kecamatan Cibal Barat.
Kecamatan Reok menjadi salah satu wilayah dengan dampak korban jiwa cukup besar yang terkonsentrasi di Kelurahan Reo.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












