Korban Jiwa Gempa Manggarai Tembus 51 Orang Pasca-Meninggalnya Basuki Yacub

Ruteng, infopertama.com – Awan duka kembali menyelimuti Kabupaten Manggarai. Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi tektonik yang melanda kawasan tersebut resmi bertambah.

Per hari ini, Sabtu, 29 Agustus 2026, total korban meninggal dunia mencatatkan angka 51 orang setelah satu penyintas dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di lokasi pengungsian. Korban ke-51 tersebut teridentifikasi atas nama Basuki Yacub bin Abdurazak Daeng Pasita, seorang lansia berusia 74 tahun.

Berdasarkan data penanganan korban bencana, Basuki Yacub meninggal dunia di Posko Barang Kolong akibat luka berat yang dialaminya setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa mengguncang kawasan tersebut.

Penambahan ini kian memperpanjang deretan duka pascabencana yang sebelumnya dicatat oleh infopertama.com, di mana angka korban jiwa sempat menembus 50 orang. Di tengah duka yang belum usai, ancaman krisis kesehatan di tenda-tenda darurat justru semakin mengintai puluhan ribu penyintas.

Kondisi pengungsian yang padat dan terbatas mulai memicu lonjakan penyakit menular. Laporan surveilans mencatat penyakit ISPA atau batuk menjadi keluhan terbanyak dengan mencapai 4.680 kasus.

Selain itu, ribuan warga lainnya terserang penyakit kulit, hipertensi, hingga diare. Situasi kian mengkhawatirkan setelah tim surveilans mendeteksi adanya satu kasus suspek pertusis atau batuk rejan pada seorang bayi berusia 3 bulan di tenda pengungsian mandiri Desa Urang, Kecamatan Lelak.

Menanggapi ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) tersebut, tim Health Emergency Operations Center (HEOC) Kabupaten Manggarai di bawah pimpinan Jefrin Haryanto bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan terpadu bersama Dinas Kesehatan, Kemenkes RI, dan BNPB.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel