Jakarta, infopertama.com – Nasib tragis masih menggelayuti ratusan ribu tenaga kesehatan (nakes) honorer di berbagai daerah di Indonesia. Meski berada di garis terdepan pelayanan masyarakat—termasuk saat penanganan bencana—kesejahteraan mereka dinilai jauh dari kata layak dan sangat memprihatinkan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, dalam Rapat Kerja bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Charles membeberkan temuannya saat melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Bangka Kenda dan sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana, ia mendapati para perawat dan bidan yang bertugas merawat pasien korban bencana hanya mengantongi penghasilan ratusan ribu rupiah per bulan.
“Kita sedih sekali mendengarkan bagaimana penghasilan mereka bulanan itu hanya Rp400 ribu, Pak. Ini kan jauh di bawah kelayakan, jauh di bawah UMR. Siapa yang bisa hidup dengan Rp400 ribu sebulan sekarang?” ujar Charles dengan nada prihatin.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi di Kabupaten Sikka, di mana ada nakes yang mengadu hanya menerima penghasilan Rp300 ribu per bulan. Bahkan di kawasan perkotaan seperti Tangerang Selatan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diterima nakes hanya berkisar Rp1 juta.
Beban Kerja Setara ASN, Hak Dipotong Berbulan-bulan
Charles menyoroti ketimpangan status dan beban kerja yang ditanggung nakes honorer. Meski Undang-Undang ASN telah melarang keberadaan tenaga honorer, realitas di lapangan menunjukkan masih ada puluhan hingga ratusan ribu nakes yang terperangkap dalam status tidak pasti tersebut.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












