Sekolah Darurat Bambu Siap Beroperasi: Siswa SD-SMP se-Manggarai Kembali Belajar Mulai Rabu

Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) memastikan hak konstitusional anak untuk mendapatkan layanan pendidikan tetap dipenuhi di tengah masa tanggap darurat.

Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, menegaskan bahwa seluruh siswa jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Manggarai dipastikan kembali memulai kegiatan belajar mengajar pada Rabu, 2 September 2026. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi oleh infopertama.com via gawai pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Proses pembelajaran akan difokuskan di Ruang Kelas Darurat (RKD) dan tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah maupun lokasi yang telah disepakati bersama orang tua murid. Fasilitas belajar sementara ini dibangun memanfaatkan material lokal seperti bambu.

Saat ini, jelas Wensislaus, persiapan infrastruktur darurat tersebut sudah hampir rampung dengan capaian sekitar 85 persen sekolah telah siap menggunakannya.

Sekolah Darurat bermaterial lokal di SMP Negeri 2 Lelak (Foto: Elvira)

Demikian Wensislaus, untuk menjamin kelancaran KBM di tengah keterbatasan fasilitas, Dinas PPO memberlakukan pola pembelajaran bergilir yang fleksibel. Jika jumlah RKD berbasis bahan lokal yang tersedia di sekolah memadai, siswa dapat mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari.

Namun, jika fasilitas yang terbangun masih terbatas, kehadiran siswa disesuaikan menjadi satu, dua, tiga, hingga empat kali dalam seminggu.

Dalam setiap sesi tatap muka di RKD, guru akan menyampaikan materi ajar yang telah dirancang khusus sekaligus memberikan penugasan mandiri. Tugas tersebut nantinya dibahas dan dinilai pada pertemuan berikutnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel