Cepat, Lugas dan Berimbang

Memperkenalkan Konsep Lenin tentang Imperialisme

Imperialisme
Ilustrasi

Pada masa sekarang, persaingan yang terjadi adalah persaingan antar konglomerasi ini. Dapat kita bandingkan misalnya apa yang terjadi dalam industri mobil. Toyota, misalnya, adalah sebuah perusahaan yang menguasai seluruh jalur produksi mulai dari pengolahan logam sampai pemasaran mobil. Porsche juga demikian halnya, bahkan Porsche juga menguasai sebuah industri rumah disain. General Motors menguasai pula pangsa dalam soal permesinan.

Begitu pula yang terjadi pada industri-industri lainnya. BASF, misalnya, sekalipun lebih terkenal sebagai pabrik kaset, sesungguhnya adalah sebuah konglomerasi bahan kimia _ yang menguasai pasar mulai dari jasa laboratorium sampai penjualan pupuk. Matsushita, sebuah pabrik elektronik, juga menguasai pangsa industri penyediaan tenaga listrik. IBM, sebuah perusahaan komputer, juga memiliki sebuah industri penyediaan dan pengolahan data yang handal. Hal yang serupa dapat disebutkan mengenai berbagai perusahaan lain di seluruh dunia.

Di samping itu, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa perusahaan-perusahaan terbesar di dunia pada saat ini telah melakukan penggabungan-penggabungan, baik dalam bentuk merger ataupun akuisisi. AOL-Time-Warner, misalnya, merupakan penggabungan tiga konglomerasi industri media. Sony-Ericsson, yang lainnya, adalah penggabungan dua konglomerasi raksasa elektronik. Daimler-Chrysler, yang lainnya lagi, adalah penggabungan dua raksasa konglomerasi industri transportasi. Kapital semakin lama semakin terkonsentrasi.

Jadi, di masa ini kita telah melihat bahwa imperialisme telah mencapai tahap kematangannya. Bahkan, ia telah melangkah satu langkah lagi lebih maju daripada apa yang Lenin temui semasa hidupnya: konglomerasi ini telah mendunia. Baik Marx maupun Lenin telah meramalkan bahwa hal ini akan terjadi. Namun kitalah yang berkesempatan melihat ramalan mereka menjadi sebuah kenyataan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN