Jadi, menurut Lenin, justru konglomerasi inilah yang menjadi ciri mematangnya imperialisme. Prediksi bahwa “persaingan bebas” dalam kapitalisme mengandung kontradiksi di dalam dirinya sendiri, dan justru akan membawa kita pada monopoli, jauh-jauh hari telah dilancarkan oleh Karl Marx dalam dokumennya yang paling terkenal yakni Manifesto Komunis. Lenin melangkah lebih jauh setelah memperhatikan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh para ekonom borjuis sejamannya. Lenin dengan jitu memperhatikan bahwa tahapan monopoli hanyalah awal dari imperialisme. Imperialisme akan mematang jika kapital yang menguasai beberapa cabang produksi yang berhubungan kemudian menyatukan diri. Penguasaan kekuatan produksi dari hulu ke hilir inilah yang akan merupakan ciri utama imperialisme.
Mengutip Hilferding, seorang ekonom borjuis terkemuka saat itu, Lenin menyebutkan empat keuntungan yang diperoleh oleh sebuah konglomerasi dibandingkan sebuah monopoli “murni”.
Menjamin adanya kestabilan profit;
Meniadakan keharusan untuk saling berdagang antara berbagai cabang produksi;
Memungkinkan terciptakannya teknologi-teknologi baru;
Memperkuat posisi saing mereka terhadap monopoli “murni”.
Menurut hemat kami, keuntungan no. 2-lah yang merupakan kunci dari keempat keuntungan ini.
Hilangkannya keharusan berdagang antar cabang produksi menyebabkan biaya bahan baku setengah jadi dapat dipangkas besar-besaran.
Lihat sepintas saja kita dapat memahami bahwa, sekalipun total profit yang dapat diraih melalui proses pertama dan kedua sama saja, proses yang kedua akan menghasilkan konsentrasi profit yang jauh lebih besar. Konsentrasi profit inilah yang memungkinkan penguatan terhadap posisi saing dan peningkatan teknologi. Kedua hal inilah, plus lenyapnya persaingan, yang kemudian akan memberikan kestabilan datangnya super-profit.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

