Cepat, Lugas dan Berimbang

Ibukota Propinsi Flores, Gubernur Viktor Tertarik dengan Lembata

Berikutnya, Konggres Rakyat Flores Lembata di Bajawa, 25 Februari 2014, dan di Mbay-Nagekeo, 20 Maret 2015. Betapa sebuah perjuangan panjang yang melelahkan.

Komentar Gubernur NTT VBL, tertarik dengan Lembata

Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Flores Kepulauan ini membuat Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ikut berkomentar. Menurutnya, bahwa sangat tertarik kalau Propinsi Flores Kepulauan terbentuk ibukotanya Lembata.

Sudah pasti meski telah perjuangkan sejak tahun 1956, seperti dalam pemberitaan berbagai media, pembentukan Provinsi Flores seolah menjadi perjuangan yang tak kenal ujung, alias terkatung-katung.

Setengah abad berlalu, namun masyarakat Flores belum juga mendapat kabar baik. Seluruh Bupati sedaratan Flores plus Alor dan Lembata berjuang lebih gigih. Bahkan sudah membentuk Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Flores (P4F) pada Februari 2014.

Gubernur NTT kala itu, Frans Lebu Raya (Alm) pun dituding sebagai pengganggu tim kerja P4F. Ini, karena Ketua DPD PDIP NTT tersebut, justru menghendaki Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi kepulauan.

Demikian, hal itu kemukakan dalam rapat dengar pendapat antara ratusan tokoh muda dan mahasiswa Flores bersama anggota DPD RI di Gedung Efata Ruteng, Manggarai, Jumat 12 Desember 2014.

Kordinator Gerakan Pemuda Manggarai Raya, Yani Rewos pada kesempatan itu menyatakan, mengutuk sikap Gubernur dan mendesak DPRD NTT bersama anggota DPD RI dari Dapil NTT untuk berjuang lebih keras lagi dalam mewujudkan aspirasi masyarakat Flores sejak setengah abad silam.

“Perjuangan teman-teman di P4F sudah berdarah-darah sepanjang tahun 2014, tetapi sikap Gubernur justru menghancurkan semuanya. Ayo pemuda Flores mari kita bergerak. Pembentukan Provinsi Flores harga mati,” tegas Yani Rewos.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN