Adakan PIP Versi Daerah
Bupati Ngada Raymundus Bena menyebut beasiswa korban sudah ada tetapi memang sulit dicairkan karena permasalahan administrasi ini. Hal ini yang akan menjadi perhatian ke depannya.
Pihaknya akan melakukan tindakan tegas agar warganya tertib melengkapi administrasi.
“Saya akan tegas dan melaksanakan rapat koordinasi untuk identifikasi benar-benar. Kalau masih ada masyarakat yang masa bodoh ya kita mesti tekan door to door,” ujar eks anggota DPRD Ngada dari PKB ini.
Sementara dirinya juga menyiapkan juga PIP versi daerah dan menyediakan pakaian seragam. Rencananya pada Minggu ini ia akan terlibat langsung dalam acara adat kedukaan di makam korban.
Ayah Meninggal saat Masih Kecil
Raymundus mengatakan tim juga menemukan sejumlah fakta lain dalam penanganan kasus ini.
Berdasarkan temuan awal, anak tersebut diketahui merupakan yatim. Ayahnya meninggal saat dia masih kecil dan merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.
Dalam kesehariannya, korban dirawat oleh sang nenek di rumah kebun dan sesekali mengunjungi ibunya di kampung halaman. Ibunya tinggal beda kampung bersama dengan ayah tiri dan 4 anaknya yang lain.
Fakta-fakta awal tersebut, diduga menjadi salah satu faktor pendorong yang memengaruhi kondisi psikologis korban hingga mengambil keputusan mengakhiri hidupnya.
“Sehingga pengalaman-pengalaman inilah yang mungkin membuat anak ini traumatis dan juga dalam perjalanan diambil-alih oleh neneknya di kebun,” jelas dia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







