Situasi yang sempat memanas akhirnya berhasil dimediasi di ruangan kantor Wakapolres Manggarai dan berujung pada permintaan maaf dari warga Poco Leok kepada bupati Manggarai, Hery Nabit serta keluarga besar Todo-Pongkor.
Pada 5 Juni 2025 petang, koordinator aksi, Maksimilianus Neter menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Manggarai Herybertus Nabit atas kata-kata yang mereka sampaikan saat berorasi dengan sebutan “sampah masyarakat Poco Leok”.
Keluarga Todo-Pongkor Temui Tetua Adat Mucu-Poco Leok
Dilansir dari Media KataNTT.com, tetua adat Mucu Poco Leok, yang diwakili oleh Kraeng Petrus Jebaru, menyatakan bahwa mereka tidak mengutus individu tersebut untuk berdemo dan tidak bertanggung jawab atas pernyataan yang diucapkan.
Keluarga Todo-Pongkor kemudian meminta bantuan untuk mencari individu yang mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut, bukan untuk tindakan kekerasan, tetapi untuk mengetahui maksud di balik ucapan tersebut.
Baca juga: Orasi Warga Poco Leok Hina Bupati dan Masyarakat Manggarai, Ngaku Diperintah Simon
Tetua adat Mucu Poco Leok menegaskan bahwa jika terjadi sesuatu di kemudian hari, itu adalah tanggung jawab pribadi individu yang bersangkutan, bukan tanggung jawab Gendang Mucu Poco Leok.
Pernyataan dalam aksi wihelmus yang menyebutkan bupati manggarai sebagai pembohong dan sampah masyarakat poco leok, petrus menegaskan bahwa dia tidak mewakili keluarga besar gendang Mucu
“Bukan kami yang mengutus mereka ke atas (Ruteng), termasuk terkait kata-kata mereka saat itu yang mereka omong, bukan kami yang suruh,” sebut Petrus.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







