Dorong Peningkatan Produktivitas Peternak dengan Inovasi Wintuk Babi di Manggarai

Menurut Kadis Tuty, pada tahun 2025, Dinas Peternakan menargetkan Inovasi Wintuk dapat menjangkau 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai, dengan total 1.500 ekor babi menjadi sasaran inseminasi buatan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan populasi ternak unggul serta menekan angka penyakit menular pada babi, termasuk penyakit African Swine Fever (ASF) yang menjadi ancaman di beberapa wilayah.

“Kehadiran Inovasi Wintuk tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam pemeliharaan babi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjutnya menyampaikan beberapa manfaat yang telah dirasakan peternak. Manfaat tersebut antara lain 1) Penurunan biaya pemeliharaan karena tidak lagi memelihara pejantan; 2) Pola pemeliharaan lebih teratur dan terencana; 3) Peningkatan pengetahuan masyarakat terkait teknologi reproduksi ternak; dan 4) Terciptanya lapangan kerja baru bagi tenaga teknis inseminasi dan penyediaan semen babi unggul.

Selain itu, penerapan kawin suntik dinilai lebih murah dan efisien dibandingkan kawin alam, serta mampu meningkatkan produktivitas babi dengan jumlah anak per kelahiran (litter size) yang lebih tinggi.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Manggarai, Frumencius L. T. Kurniawan mengatakan bahwa inovasi Wintuk yang digagas Dinas Peternakan tersebut selaras dengan isu strategis pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD 2021–2026, khususnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan pengentasan kemiskinan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel