Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Peternakan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan sektor peternakan daerah. Komitmen tersebut ditunjukan melalui Inovasi Kawin Suntik atau Wintuk.
Melalui inovasi Wintuk, Dinas Peternakan berhasil memperkenalkan teknologi inseminasi buatan (IB) pada ternak babi yang kini menjadi solusi atas berbagai persoalan klasik dalam pemeliharaan babi oleh masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, Drh. Yustina Hangung Lajar ditemui di sela-sela Launching Gerakan Ideal, atau Gerakan Inovasi Daerah untuk Efisiensi dan Akselerasi Pelayanan Publik, di Hotel Revaya, Kamis (03/07) menjelaskan Inovasi Wintuk lahir dari kondisi riil di lapangan yang menunjukkan terbatasnya pejantan unggul, tingginya biaya pemeliharaan pejantan, hingga masih sering terjadi perkawinan sedarah (inbreeding).
“Tidak hanya itu, penularan penyakit yang disebabkan oleh hubungan kawin alam juga menjadi salah satu alasan perlunya pendekatan teknologi,” jelasnya
Program Wintuk jelas Kadis Tuty mulai diuji coba tahun 2022 dan dilanjutkan penerapannya secara bertahap pada tahun 2023. Pada fase awal ini, teknologi inseminasi buatan dilakukan di beberapa kecamatan di Kabupaten Manggarai, dengan hasil yang cukup menggembirakan. Peternak mulai memahami pentingnya peningkatan mutu genetik dan manajemen reproduksi yang lebih modern.
“Memasuki tahun 2024, program ini mulai diperluas melalui pembentukan kelompok kerja khusus berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Peternakan. Beberapa pelatihan dan sosialisasi kepada peternak pun digelar, menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penerapan teknologi IB,” tambahnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






