Ia menambahkan bahwa semangat diakonia telah lama menjadi bagian dari perjalanan KBG Santo Yosep. Sejak 2019, umat secara konsisten memberikan bantuan berupa sembako dan dana kepada keluarga yang sakit atau membutuhkan, baik di dalam maupun di luar KBG.
“Inisiatif ini banyak digerakkan oleh ibu-ibu yang setiap minggu berkumpul dalam kegiatan arisan sekaligus menggalang Gerakan Syukur Sehari (Gesshar) sebagai bentuk dukungan terhadap karya pastoral paroki,” jelasnya.
Sementara itu, Herman Jenidu dari Seksi Pewartaan menegaskan pentingnya Kitab Suci sebagai dasar pelayanan pastoral, sejalan dengan spiritualitas paroki yang dikelola oleh Kongregasi SVD.
Dalam motivasi pastoralnya, Pater Konrad menyampaikan apresiasi kepada umat KBG Santo Yosep yang telah aktif menindaklanjuti program pastoral paroki, khususnya dalam semangat sinodalitas.
“KBG Santo Yosep telah menunjukkan langkah konkret dalam berjalan bersama, baik melalui aksi diakonia kepada kaum difabel maupun melalui pewartaan dengan sharing Kitab Suci. Ini sejalan dengan harapan Keuskupan Ruteng dan Paroki untuk menjadi umat yang beriman, bersaudara, dan missioner,” ungkapnya.
Ia juga mendorong umat untuk terus memperdalam kehidupan rohani melalui partisipasi aktif dalam Ekaristi, doa pribadi, serta doa bersama di KBG. Terkait kegiatan sharing Kitab Suci, umat didorong untuk terus mengembangkannya, termasuk kemungkinan membentuk kelompok khusus bagi anak-anak dan remaja agar mereka lebih leluasa dalam berbagi pengalaman iman.
Selain itu, Pater Konrad mengingatkan pentingnya melanjutkan aksi diakonia dan menjaga kepedulian terhadap lingkungan, serta mendukung program pastoral lainnya, termasuk rencana pembentukan tim “Sayang Anak” di tingkat paroki sebagai bagian dari tindak lanjut Sinode IV.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







