Selain itu kondisi kepala, hidung dan anus sudah ada belatung. Korban diperkirakan meninggal sekitar 2 atau 3 hari sebelum ditemukan dengan diagnosa awal korban meninggal karena kekurangan oksigen.
Penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao memeriksa sejumlah saksi terkait penemuan jenazah bocah usia dua tahun di hutan di Kabupaten Rote Ndao.
“Untuk sementara kita periksa dan minta keterangan tiga orang saksi dan kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu Yeni Setiono, SH beberapa waktu lalu.
Korban hilang sejak Jumat 15 Juli 2022 lalu. Awalnya korban dilaporkan hilang sejak Jumat (15/7/2022) lalu di Dusun Inggumurik, Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat.
Saat itu, sekira pukul 05.00 wita, ibu korban, AA pergi ke laut untuk mencari ikan dan meninggalkan ketiga anaknya termasuk korban di rumah.
Pada pukul 08.00 wita, ibu korban pulang dari laut. Sekitar pukul 12.00 wita, ibu korban bersama anak-anak tidur siang.
Pada pukul 14.00 wita, ibu korban terbangun dan tidak menemukan anaknya di kamar. Ibu korban sudah berusaha pergi mencari di sekitar rumah tapi tidak ditemukan.
Sekitar pukul 17.00 wita, warga bersama ibu korban pergi mencari tapi tidak ditemukan.
Senin petang, salah satu warga mencium aroma busuk dari arah hutan bagian barat dari rumah korban sehingga tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran ke arah barat.
Korban ditemukan oleh kakak korban Decon Nalle bersama teman-temannya di Meondola, Dusun Inggumurik, Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat yang berjarak sekitar 1 kilometer dari arah barat rumah korban dengan kondisi korban Mikel sudah meninggal dunia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



