Kendari, infopertama.com – Puluhan mahasiswa yang menamai dirinya Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (Imalak) Sulawesi Tenggara melakukan aksi unjuk rasa dan menahan mobil dum truck pengangkut ore nikel di perempatan Rumah Sakit Abu Nawas Kota Kendari, Kamis (14/04/2023).
Penahanan ini dilakukan lantaran kekecewaannya atas dugaan pelanggaran syarat penggunaan jalan di dalam kota.
Ketua Umum IMALAK Sultra Arman mengatakan bahwa ini tidak boleh dibiarkan pihaknya meminta APH untuk menghentikan aktivitas hauling ore nikel.
“Yang menjadi tuntutan kami APH harus segera menghentikan aktivitas hauling ore nikel yang kami duga aktivitas ini milik PT ST Nickel Resources,” tegas Arman.
Salain itu Arman juga menegaskan bahwa Dinas Perhubungan harus ikut serta dalam menindak tegas pemuat ore nikel.
“Kami meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera menindak tegas pengangkut ore nikel yang kelebihan muatan. Dan, dapat mengganggu keselamatan pengendara lain,” katanya lagi.
Arman juga menegaskan bahwa pihak perusahaan harus memperlihatkan dokumen izin lintas.
“Kami meminta pihak perusahaan yakni PT ST Nickel untuk memperlihatkan syarat izin lintas atau penggunaan jalan umum untuk kepentingan hauling ore nikel yang kami duga ada beberapa point yang dilanggar,” tutur Arman.
Arman juga menambahkan bahwa aktivitas hauling ore nikel yang kami duga melanggar syarat ijin lintas.
“Kami meminta aktivitas ini dihentikan sementara sampai perusahaan PT ST Nickel memperlihatan dan mengindahkan syarat yang dijalankan oleh balai jalan nasional,” imbuh Arman dalam orasinya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

