Di Bumi yang Berputar Pasti Ada Gejolak…

Satu catatan tertulis mengenai rentetan soal, “Jawaban datang dari Tuhan, masalah dari setan.” Lihatlah, betapa dalam diskusi sehebat apapun, bisa saja orang tak sengit kumpas tuntas soal secara bersama. Yang diperjuangkan sejadinya adalah bagaimana dunia dan publik mesti akui bahwa sumber masalah itu ‘bukan aku, bukan kami.’ Itulah yang terjadi akhir-akhir ini dalam tayangan publik

Sedahsyat atau sekecil apapun persoalan, hal itu tetap ‘mengganggu dan melibatkan kita.’ Persoalan menantang daya juang yang produktif dan kreatif. Rentetan soal lahirkan terapan solusi yang nyata. Hidup selalu sajikan berbagai pilihan lain yang sepatutnya ditanggapi secara cerdas!

Kita tentu sanggup untuk mengkreasi hidup bersama yang sejuk dan segar dalam tatanan apapun. Katanya, sekali lagi, kita mesti bertolak dari diri sendiri yang solider dan penuh peduli.

Pasti dituntut pula kerendahan hati untuk memulai persoalan dari dalam diri sendiri. Sebab “Bukan kekuatan dari luar yang menciptakan berbagai kesulitan dan membentuk hidup kita. Kita sendiri juga menciptakan warna dan nuansa kehidupan kita.”

Itulah sebabnya, mengapakah kita sepantasnya berhenti berceloteh, sudahi mengeluh dan terus mengeluh bahwa sesamalah sumber rumitnya soal dan kemerosotan hidup.

Pada titiknya, pikiran cerdas, sikap yang arif, pilihan yang tegas, serta tindakan penuh keberanian mesti diambil dari dalam diri setiap individu. Untuk kemudian bersama-sama hadapi apapun persoalan yang terbentang di depan mata. Sungguh, di bumi yang berputar pasti ada gejolak. Dan kita tak bisa menolaknya. Selain bahwa kita hadapinya penuh kebesaran jiwa. Penuh perjuangan. Walau penuh tertati-tati. Selalu ada jalan.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses