Cepat, Lugas dan Berimbang

Demi DIA yang semakin Lebih Besar

Jalan itu mesti disiapkan

Berimajinasilah bahwa sekiranya Yohanes Pembaptis itulah ‘pemimpin yang didambakan.’ Demi kehidupan yang aman, damai, sejahtera, berkeadilan, saling menghormati dan menghargai, maka “Jalan harus diluruskan, lembah mesti ditimbun, bukit dan gunung haruslah diratakan, yang penuh liku-liku dan lekuk-lekuk pun mesti jadi rata” (cf Lukas 3:4-5).

Sebab itulah ‘suara dari padang gurung’ teramatlah sensitif akan kekayaan dan kemewahan hidup yang tak terkendali. Yang mencaplok dari kesederhanaan publik yang sesungguhnya. Tindakan tak berkeadilan yang disinyalir ada pada ‘kelompok pemungut cukai’ dan ‘para prajurit’ mestilah diredam mati.

Tetapi, di atas semuanya, suara di padang gurun, sejatinya, adalah gemuruh suara peralihan. Segala yang silam dan ‘sudah-sudah’ harus tiba di satu ditik akhir dan segera jadi awal sebuah passingover. Revolusi mental ala padang gurun itu mesti berbuah nyata. Bukan sekedar sloganisme hampa makna.

Demi alam baru

Sebuah babak baru mesti diawali. Sebab akan segera tiba ‘zaman mesias.’ Di saatnya Yohanes Pembaptis mesti undurkan diri. Ia mesti senyap dan merelakan zaman Mesias itu berawal ke dalam Orang yang ‘tali kasutNyapun tak layak dibukanya’ (cf Lukas 3:16).

Kata-kata Yohanes Pembaptis terungkap menderang, “IA harus semakin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30). Bagaimanapun jalan ke alam mesias telah dimulai dan dipersiapkannya.

Demi Indonesia yang modern, bercitra, bergengsi dan bermartabat, iya demi Indonesia yang semakin lebih besar, benarkah seluruh Tumpah Darah kini siap menyambut pemimpin baru? Namun, di awal dari semuanya, bersiap-siaplah hadapi badai kata. Tak peduli bahwa pernah kecewa karena terpaan badai kata-kata itu, toh publik tetap punya rasa simpatik yang idolatrik. Janji-janji kini telah dipaket untuk dikampanyekan. Dan di situ, propaganda mesti dimainkan. Hati-hati sajalah!

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN