Cepat, Lugas dan Berimbang

Demi DIA yang semakin Lebih Besar

Dan ada lagi kelompok militer yang dekati Yohanes Pembaptis. Demi satu lintasan revolusi mental penuh serius, satu jawaban tegas dinyatakan, “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu!” (Lukas 3:14). Tentu saja di kala itu ada oknum prajurit dan kalangan militer yang lancarkan praktek ‘gertak’ demi membegal milik orang.

Kemerdekaan padang gurun

Tetapi, pada Yohanes Pembaptis tidak hanya tergema suara gelegar yang menggetar. Yohanes Pembaptis adalah kisah ‘jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit.’ Bertahan di padang gurun dengan ‘belalang dan madu hutan’ (Markus 1:6) adalah narasi kesederhanaan mutlak. Namun itu sudah berkisah tentang satu testimoni kehidupan yang tak terpenjara dan terlekat pada kemewahan. Satu gaya hidup yang sungguh lepas bebas.

Dan lagi, rekam jejak padang gurun itu adalah fakta tak terbantahkan. Tak perlu dipoles-poles dengan segala retorika argumentatif penuh kibulan. Hanya untuk tutupi kenyataan yang sebenarnya. Ia bukanlah ‘Yohanes palsu.’ Pada Yohanes Pembaptis segalanya sungguh dihantar kepada kejelasan dan kebenaran.

Yohanes Pembaptis, yang tampil merdeka di padang gurun itu, tentu tak bisa diakali untuk satu kolaborasi negatif. Ia tak bisa diperdaya ke dalam atau di dalam koalisi sesat yang bakal membunuh harapan dan kepentingan banyak orang. Sebab bagi Yohanes Pembaptis selalu ada buah pemindaian yang pasti, “Jika YA, hendaklah kamu katakan YA; jika TIDAK, hendaklah kamu katakan TIDAK. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN