Selanjutnya pada jenjang SMP dan SMA, pembelajaran difokuskan pada penguatan etika berinternet, keberanian melawan hoaks, pencegahan perundungan, serta pemupukan toleransi antarumat beragama. Sementara di Perguruan Tinggi, Pancasila diwujudkan dalam laku akademik nyata, seperti penolakan tegas terhadap plagiarisme, penggalangan gerakan antikorupsi, hingga perlawanan terhadap paham-paham intoleran.
Pancasila yang hadir kembali di ruang kelas tidak ditujukan untuk menyeragamkan pemikiran anak bangsa. Sebaliknya, hadirnya Pendidikan Pancasila adalah untuk memastikan bahwa di tengah keberagaman yang ada, masyarakat Indonesia memiliki satu bahasa moral dan rumah etika bersama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











