Bupati Manggarai Sampaikan Update Penanganan Gempa 7,7 SR: Klarifikasi Isu Anggaran Rp44 Miliar hingga Distribusi Bantuan

Warga diimbau hanya memercayai informasi resmi dari BMKG dan Pemkab Manggarai.

Manajemen Logistik dan Pengungsi

Pemkab Manggarai telah menetapkan dua titik posko utama, yakni Posko Utama di Ruteng dan Posko Wilayah Utara di Reo. Enam kecamatan di wilayah utara—Reo, Reo Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri’i, dan Rahu Utara—menjadi prioritas karena mengalami dampak terparah.

 

Bupati menegaskan bahwa logistik di Posko Reo ditujukan bagi seluruh wilayah terdampak di bagian utara, bukan hanya untuk Kecamatan Reo. Warga di sepanjang jalur nasional Ruteng-Reo diimbau tidak menghadang armada logistik.

Hingga saat ini, sebanyak 31 ton beras serta bantuan sembako (mi instan, telur, air mineral, dan susu balita) telah disalurkan ke 11 kecamatan terdampak. Pemkab juga menjadwalkan pendistribusian tambahan 50 ton beras mulai hari ini.

Sementara itu, dari 5.000 paket sembako Bantuan Presiden, 4.500 paket telah disalurkan dan sisanya diselesaikan hari ini sebelum mengajukan tahap berikutnya.

Klarifikasi Dana Bencana Rp44 Miliar dan Keringanan Kredit

Dalam kesempatan tersebut, Bupati meluruskan narasi terkait anggaran bencana Rp44 miliar dari Pemerintah Pusat. Anggaran tersebut sebenarnya merupakan Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan yang dialokasikan dua minggu lalu untuk gaji PPPK. Namun, atas arahan Menteri Keuangan, sisa anggaran DAU Tambahan yang belum terpakai dapat dioptimalkan sementara untuk menutupi kekurangan Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD dalam menangani bencana.

Selain itu, Pemkab Manggarai menindaklanjuti dukungan DPR RI (Komisi XI) yang tengah memperjuangkan skema relaksasi pinjaman atau keringanan kredit bagi warga terdampak gempa melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel