Di komunitas itu, kesejahteraan petani ditempatkan sebagai prioritas utama. Negara, mulai dari pemerintah pusat hingga desa, hadir mendukung keberlanjutan pertanian melalui kebijakan, fasilitas, dan penguatan ekosistem produksi maupun pasar.
Hubungan antara petani, konsumen, pengelola, dan pemerintah dibangun atas dasar kepercayaan, loyalitas, dan komitmen jangka panjang. Karena itu masyarakat tetap konsisten menjadi member, membeli produk lokal, dan menjaga keberlangsungan komunitas pertanian tersebut.
“Hubungan mereka diikat dengan komitmen dan jaminan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Agustinus.
Sistem CSA: Petani Memiliki Kepastian Pasar
Le Xian Gu Community Farm mengembangkan sistem Community Supported Agriculture (CSA), yaitu model pertanian berbasis dukungan komunitas yang menghubungkan langsung petani dengan masyarakat kota.
Melalui sistem ini, warga Shanghai dapat menjadi anggota komunitas pertanian dengan membayar biaya keanggotaan sebesar 5.000 Yuan per tahun atau sekitar Rp11,3 juta. Setiap anggota memperoleh lahan pribadi berukuran 5 x 5 meter yang dikelola langsung oleh petani profesional.
Saat ini terdapat sekitar 200 member aktif, dan sebagian besar langsung mendaftar hingga tiga tahun sekaligus. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan, layanan komunitas, dan gaya hidup sehat yang dibangun farm tersebut.
Melalui membership itu, masyarakat tidak hanya memperoleh hasil panen segar, tetapi juga pengalaman bertani, ruang belajar, rekreasi keluarga, hingga hubungan yang lebih dekat dengan alam.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







