Belajar dari Shanghai: Ketika Pertanian Menjadi Ekosistem Kehidupan dan Harapan Baru bagi Manggarai

Di dalam kawasan tersedia:

  • taman edukasi pertanian,
  • ruang pelatihan,
  • area bermain anak,
  • kebun interaktif,
  • kandang ternak dan kolam ikan,
  • area camping keluarga,
  • hingga restoran yang menyajikan hasil pertanian segar.

Konsep ini memperlihatkan bahwa pertanian modern dapat berkembang menjadi ruang sosial dan gaya hidup sehat, bukan sekadar aktivitas produksi pangan tradisional.

Yang paling terasa selama berada di kawasan farm adalah cara masyarakat di sana menghargai lingkungan dan ruang hidup bersama. Kawasan pertanian dijaga dengan sangat bersih, tertata, dan terpelihara. Anak-anak diajak mengenal tanaman sejak kecil, sementara keluarga datang bukan hanya untuk membeli hasil panen, tetapi menikmati hubungan dengan alam.

Di tengah hiruk-pikuk kota Shanghai, kawasan farm itu justru terasa tenang dan hidup. Pertanian di sana tidak dipandang sebagai sektor yang tertinggal, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup modern masyarakat kota.

Pertanian yang Menguntungkan dan Berkelanjutan

Model pertanian komunitas tersebut juga berhasil membangun sistem ekonomi yang stabil dan menguntungkan.

Dalam satu tahun operasional, farm mengeluarkan biaya sekitar 700 ribu Yuan atau sekitar Rp1,58 miliar. Namun melalui membership CSA, restoran, wisata edukasi, dan layanan rekreasi, farm mampu memperoleh pendapatan hingga 1 juta Yuan atau sekitar Rp2,26 miliar per tahun.

Hal itu menunjukkan bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada penjualan hasil panen semata. Nilai ekonomi pertanian dapat tumbuh lebih besar melalui integrasi layanan, edukasi, wisata, dan pengalaman hidup sehat.

Refleksi untuk Manggarai

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN