Kepada para peserta, dia menyarankan agar pada musrebangdus nanti, bapak-ibu yang merupakan utusan dari 1400-an warga desa, mengusulkan poin-poin kegiatan-kegiatan yang telah ditawarkan oleh Yayasan Ayo Indonesia tadi.
Di antaranya, 1) Pengembangan hortikultura dan sorgum (pangan lokal) secara organik untuk tujuan ekonomi, gizi dan ekologi (sasarannya orang muda, kelompok wanita tani). 2). Penyebarluasan informasi kesehatan melalui penyuluhan gizi, stunting, Hiv-Aids dan Sanitasi. 3). Rumah Tangga Mandiri gizi melalui pembangunan kebun gizi keluarga. 4). Konservasi mata air. 5). Penanaman pohon pada lahan kritis, dan 6). Penyebarluasan informasi terkait dampak perubahan iklim.
Pemerintah Desa Golo Ngawan, kata Kornelis kemudian, masih menunggu pedoman pelaksana Musrenbangdus dan Musrebangdes. Bagian akhir dari kegiatan pertemuan tersebut, Pemerintah Desa, Yayasan Ayo Indonesia, Ketua BPD, Wakil Kelompok Wanita Tani dan Wakil Kelompok Tani Orang Muda menandatangani satu dokumen komitmen bersama yang isinya adalah 6 program kegiatan tadi untuk dimasukkan ke dalam Kebijakan Pembagunan Desa Golo Ngawan tahun 2024.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







