Pada 4 tahun terakhir, Produksi padi, cengkeh dan kopi terus menurun sementara pengeluaran dari masing-masing keluarga sangat tinggi. Sehingga, semakin banyak jumlah kelompok masyarakat rentan di desa-desa.
Apa yang disampaikan oleh Penjabat Kepala Desa Golo Ngawan tadi di mana di desa Golo Ngawan cukup tersedia air, maka sebaiknya kebijakan pembangunan desa lebih mengarah kepada pemberdayaan sosial ekonomi melalui pendekatan agrobisnis dan juga pengembangan sorgum untuk menjamin ketahanan pangan.
Saya mengingatkan kita semua, ujar Flori, harga beras saat ini semakin mahal dan ke depan mungking akan lebih mahal lagi sehingga Bapak-Ibu sebaiknya menanam sorgum yang terbukti tumbuh baik di Golo Ngawan. Bapak-ibu yang hadir hari ini, ujar Flori, merupakan utusan dari warga desa Golo Ngawan. Maka apa yang sudah didapat hari ini disampaikan kepada warga yang lain sehingga pada Musrenbangdus nanti bersama-sama menyuarakan hal ini untuk dijadikan usulan prioritas.
“Saya mengharapkan Bapak-Ibu pada saat musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat Dusun dan Desa nanti menyampaikan gagasan-gagasan dengan cara yang baik, komunikasi yang baik. Tidak boleh menimbulkan konflik kemudian harus didukung dengan data-data atau persoalan-persoalan yang paling banyak dialami oleh warga desa,” harap Flori.
Pada kata sambutan sebelum acara penutupan kegiatan, penjabat kepala desa Golo Ngawan mengungkapkan apa yang presentasikan oleh Staf dari Yayasan Ayo Indonesia akan ditindaklanjuti untuk dibicarakan pada Musyarawah Perencanaan Pembangunan Desa agar menjadi program dalam RKPDes Tahun 2024 setelah Musrebangdus dan Musrenbangdes.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







