“Pada pertemuan di Kevikepan tanggal 3 Desember September 2021, saat itu juga saya menolak. Lalu, keputusannya adalah akan ada pertemuan atau dialog dengan bapa uskup. Kami menunggu itu, kami menunggu bertemu dengan yang mulia. Tapi apa yang terjadi kami tidak dipertemukan dengan bapa uskup yang terjadi adalah mengeluarkan sebuah surat keputusan. Di situ kami kecewa sehingga pertanyaannya adalah ada apa ini di saat dua sekolah ini sudah besar lalu diambil tidak dibuatkan pendelegasian wewenang kepada pengurus unit malah langsung diambil alih,” tutupnya.
Meski dibuka dialog, namun acara sosialisasi itu tidak mencapai kata sepakat. Memang ada tokoh umat dan tokoh masyarakat yang sejalan dengan konsep keuskupan namun lebih banyak pihak yang menolak Yayasan Sukma.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







