Ali Khamenei Meninggal dalam Serangan Udara di Teheran, Iran Umumkan Berkabung Nasional 40 Hari

Pemimpin Tertinggi Iran (1989–2026)

Setelah wafatnya pendiri Republik Islam, Khamenei dipilih menjadi Pemimpin Tertinggi pada 1989. Ia memegang otoritas paling tinggi di Iran, termasuk kendali atas militer, kebijakan luar negeri, dan lembaga negara lainnya.

Selama lebih dari tiga dekade, Ali Khamenei menjadi sosok paling berpengaruh dalam politik Iran, memainkan peran utama dalam hubungan Iran dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara lain di Timur Tengah, serta dalam kebijakan nuklir Iran.

Serangan Udara dan Kabar Kematian Ali Khamenei

Pada 28 Februari 2026, serangkaian serangan udara besar dilancarkan oleh pasukan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Dalam serangan tersebut, kompleks tempat Khamenei berada menjadi salah satu target utama.

Pemerintah Iran kemudian secara resmi mengumumkan bahwa Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan tersebut. Pengumuman ini disiarkan oleh media nasional, yang menyatakan bahwa sang pemimpin telah mencapai martabat tertinggi dalam pekerjaannya saat menghadapi konfrontasi militer itu.

Menanggapi kejadian ini, otoritas Iran menetapkan periode berkabung nasional selama 40 hari, serta libur nasional selama satu minggu sebagai penghormatan kepada Khamenei.

Dampak Kejadian Ini terhadap Politik dan Ketegangan Regional

Kematian Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama puluhan tahun, dipandang oleh pengamat internasional sebagai momen bersejarah dan berpotensi menyebabkan perubahan besar dalam dinamika politik dalam negeri Iran maupun geopolitik kawasan Timur Tengah.

Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan kekuatan internasional, khususnya Amerika Serikat dan Israel, yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan mencakup konflik tentang program nuklir Iran serta pengaruh regional negara tersebut.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel