Balita dan Ibu Hamil Tetap Menjadi Perhatian
Pelayanan gizi juga terus berjalan, meski sebagian besar aktivitas dilakukan di posko pengungsian mandiri.
Data terakhir mencatat terdapat 28 bayi usia 0–5 bulan, 148 anak usia 6–23 bulan, dan 595 anak usia 24–59 bulan yang berada di posko terdampak.
Dapur Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) telah berjalan di sejumlah lokasi dengan dukungan WVI dan Rumah Zakat. Di Desa Nenu, wilayah Puskesmas Pagal, empat dapur PMBA melayani puluhan sasaran. Hal serupa dilakukan di Desa Golo Langkok, wilayah Puskesmas Wangko.
Dukungan makanan tambahan juga terus disalurkan. Pada 31 Agustus, Dinas Kesehatan menerima alokasi tahap III berupa 169 dos biskuit balita dan 55 dos biskuit ibu hamil untuk kemudian didistribusikan kepada Puskesmas terdampak.
Bantuan Datang, Tetapi Kebutuhan Belum Selesai
Dalam situasi darurat, logistik menjadi urat nadi pelayanan.
Sejumlah Puskesmas telah menerima tenda pelayanan, internet satelit, generator set, dan toilet portable. Data per 30 Agustus menunjukkan 21 tenda BNPB dan 6 tenda Kementerian Kesehatan telah disalurkan. Lima fasilitas menerima dukungan internet satelit dan tujuh unit mendapatkan generator set.
Namun kebutuhan masih ada.
Fransiskus mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan masih menghadapi keterbatasan tenaga, kendaraan operasional, serta sejumlah obat dan bahan medis habis pakai. Beberapa stok obat tercatat kosong dan kebutuhan alat kesehatan seperti kursi roda, kruk, serta tabung oksigen masih harus dipenuhi. Permintaan bantuan telah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan sejumlah mitra/donatur.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











