Potret Kontras Reok Pasca-Gempa M7,7, Mengapa Hanya Sebagian Bangunan yang Ambruk?

Ruteng, infopertama.com – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda kawasan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menyisakan sebuah fenomena fisik yang tak hanya memukau mata, tetapi juga mengundang kekaguman sekaligus pertanyaan mendalam bagi para pakar gempa maupun masyarakat luas.

Di sepanjang area terdampak, terbentang pemandangan yang penuh kontras nyata: sebuah bangunan bisa runtuh rata dengan tanah, berantakan tak berbentuk, sementara bangunan yang berdiri tepat di sebelahnya tetap tegak kokoh, utuh tanpa kerusakan yang berarti.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun melakukan analisis mendalam untuk membedah perbedaan pola kerusakan tersebut, merujuk pada kriteria yang tertuang dalam Perka BNPB Nomor 07 Tahun 2012, yang mengelompokkan dampak menjadi kerusakan berat, sedang, hingga ringan.

Hasil observasi visual di lokasi memperlihatkan tiga perbandingan dampak yang sangat mencolok, seolah menjadi pelajaran nyata di tengah reruntuhan. Di satu sisi, sebuah rumah tinggal dua lantai mengalami kegagalan struktur total hingga ambruk pada bagian dasarnya, sementara bangunan yang berdiri tak jauh darinya bertahan tanpa kerusakan berarti.

Demikian pula halnya dengan Toko Central Park, gedung dua lantai di pusat area Reo yang runtuh hingga bagian depannya terlepas ke jalan, sementara deretan ruko di sekitarnya tetap berdiri tegak. Bahkan pada kompleks bangunan yang sama terlihat perbedaan yang tajam—sebuah menara fasilitas bernuansa biru roboh dan hancur berkeping-keping di halaman, sedangkan gedung utama berwarna hijau di belakangnya hanya mengalami kerusakan yang sangat minim.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel