Tag: BMKG

  • BMKG: Hati-Hati Potensi Peningkatan Kecepatan Angin di Manggarai Melebihi 35 Km/Jam

    Ruteng, infopertama.com – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Frans Sales Lega, Manggarai mengimbau warga masyarakat Manggarai waspada potensi peningkatan kecepatan angin yang dapat melebihi dari 35 Km/Jam.

    Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega, Manggarai, Decky Irmawan kepada infopertama.com, Selasa, 09 Januari 2024 via gawainya menjelaskan prakiraan cuaca di Manggarai tuk tiga hari ke depan.

    Menurut Decky Irmawan, informasi prakiraan cuaca tiga harian wilayah Manggarai tanggal 09-11 Januari 2024 dengan kondisi cuaca umumnya berawan, terjadi hujan dengan intensitas ringan disertai petir pada sore hingga malam hari.

    “Suhu udara berkisar 19°C – 26°C dengan kelembapan udara antara 73% 97%. Angin umumnya bertiup dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan 2-17 Km/Jam.” Ungkap Decky Irmawan.

    Hal itu, kata Decky penyebabnya karena wilayah Manggarai sedang memasuki musim hujan. Kemudian, karena adanya daerah belokan angin di atas Pulau Flores.

    Selain itu, juga karena suhu muka laut di wilayah Manggarai berkisar 29°C – 31°C memungkinkan terjadinya penguapan yang tinggi.

    Lalu, massa udara basah terkonsentrasi lapisan ketinggian hingga 500 mb (5900 m).

    Ia juga menjelaskan prediksi cuaca 3 hari ke depan di wilayah Manggarai bahwa umumnya berawan, berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang disertai petir pada siang hingga malam hari.

    Sementara kecepatan angin berkisar antara 2-35 km/jam.

    Untuk Tinggi Gelombang Maksimum, jelas Decky Irmawan per tanggal 09 Januari di Perairan Utara Flores, Selat Sumba bagian Timur 1.25 m dan Laut Sawu bagian Utara 2.5 m.

    Laman: 1 2

  • Cianjur, Tanggamus hingga Halmahera Barat Diguncang Gempa

    Jakarta, infopertama.com – Beberapa wilayah di Indonesia sejak dini hari, Selasa (24/01/2023) dilaporkan tengah diguncang gempa bumi. Beberapa di antaranya bahkan getarannya terasa cukup kuat.

    Di Cianjur, Jawa Barat, BMKG melaporkan terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3. Berdasarkan Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada pukul 02:45 WIB berada di kedalaman 10 km.

    Sementara pusat gempa di darat 7 km Barat Laut Kabupaten Cianjur.

    “#Gempa Dirasakan Magnitudo: 4.3, Kedalaman: 10 km, 24 Jan 2023 02:45:01 WIB, Koordinat: 6.82 LS-107.07 BT (Pusat gempa berada di darat 7 km Barat Laut Kab. Cianjur) #BMKG,” cuit BMKG dalam akun twitter resminya.

    Gempa tersebut menyusul sejumlah gempa dengan skala lebih kecil yang mengguncang Cianjur dalam beberapa hari terakhir.

    Sejumlah warganet pun memberikan komentarnya terkait gempa kali ini. Beberapa di antaranya mengungkapkan getaran dan gemuruh terasa cukup kuat.

    Bahkan, ada yang menyamakan getarannya dengan gempa besar yang pernah terjadi pada November lalu di wilayah yang sama.

    Wilayah lainnya yang diguncang Gempa bumi terjadi di Tanggamus, Lampung, dengan kekuatan magnitudo 4,7 pada pukul 05:55 WIB.

    Pusat gempa berada di laut 55 km Tenggara Pesisir Barat dengan kedalaman 46 Km.

    Selain itu, di Halmahera Barat, Maluku Utara juga diguncang gempa dengan kekuatan M 3,6.

    Gempa yang terjadi pada pukul 06:55 WIT tersebut berpusat di 73 km Barat Laut Halmahera Barat dengan kedalaman 69 km.

  • Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Kota Jayapura, Warga Sempat Panik

    Jayapura, infopertama.com – Gempa dengan magnitudo 5,5, Senin (02/01/23) dini hari sekitar pukul 03.24 WIT mengguncang Kota Jayapura dan sekitarnya. Akibatnya, warga sempat panik hingga berlarian ke luar rumah.

    Jambari, Staf analisis gempa BMKG Wilayah V Jayapura, Senin dini hari mengatakan, dari data yang terhimpun terungkap gempa dengan magnitudo 5,5 itu berlokasi 2.58 LS -140.67 BT atau 13 KM Timur Laut Kota Jayapura.

    Kedalaman gempa sekitar 10 Km dan dirasakan IV MMI dan dilaporkan juga dirasakan di Genyem, Kabupaten Jayapura.

    “Gempa susulan masih terjadi nanti akan kami info kan kembali,” ucap Jambari.

    Baca juga: Paus Emeritus Benediktus XVI atau Joseph Ratzinger Tutup Usia

    Sementara itu warga kawasan Dok IX Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura Sony Benyamin mengaku akibat gempa mereka sekeluarga langsung terbangun dan berlarian keluar rumah.

    Baca juga: Petaka Petasan di Malam Tahun Baru, Jari Wabup Kaur Terbakar

    Petaka Malam Tahun Baru Tewaskan Satu Keluarga, Bapak Ibu dan 3 Anak

    Bahkan beberapa barang rumah tangga terjatuh dari lemari penyimpanan.

    “Kami tidak berani masuk rumah karena sempat terjadi gempa susulan,” ungkap Sonny mengutip Antara.

    Risky, warga Pasir Dua juga menyampaikan hal serupa yang mengaku air di bak penampungan yang ada di rumahnya sempat tumpah.

    “Gempa kali ini terasa sekali, mudah-mudahan tidak ada gempa susulan lagi,” ujar Riski berharap.***

  • Pejabat BMKG Dibuat Kaget, Gempa Tasikmalaya Belum Terpetakan

    Tasikmalaya, infopertama.com – Sepanjang hari ini, Minggu (4/12/2022), terjadi tiga kali gempa bumi di wilayah Kota Tasikmalaya dengan kekuatan magnitudo (M) 2,8 hingga M 2,9. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat gempa bumi berada di wilayah Kota Tasikmalaya.

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Kota Tasikmalaya tak memiliki keterkaitan dengan gempa bumi M 6,1 di Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12/2022), apalagi dengan gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

    Gempa bumi di Kabupaten Garut jelas dia karena adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia. Sementara gempa bumi di Kota Tasikmalaya merupakan gempa sesar. Dua gempa bumi itu memiliki sumber yang berbeda dengan gempa di Kabupaten Cianjur.

    “Namun sesarnya (di Kota Tasikmalaya) belum dipetakan. Saya juga kaget. Saya tidak berani jawab potensinya kalau belum terpetakan,” kata dia melansir Republika, Minggu.

    Jadi Fenomena Baru

    Menurut dia, selama ini belum pernah terjadi gempa yang berpusat di wilayah Kota Tasikmalaya. Ia menilai, gempa bumi itu termasuk fenomena baru. Karena itu, perlu penelitian lebih lanjut terkait sesar yang berada di Kota Tasikmalaya. “Aku juga, kaget juga ada gempa di sana. Mudah-mudahan aman,” ujar Daryono.

    Berdasarkan informasi dari akun Twitter resmi BMKG, setidaknya terjadi tiga kali gempa bumi di Kota Tasikmalaya pada Minggu. Pertama, gempa bumi terjadi pada Minggu pukul 04.34.49 WIB dengan kekuatan M 2,9. Pusat gempa berada di koordinat 7.39 LS dan 108.23 BT atau 9 kilometer arah Tenggara Kota Tasikkmalaya, dengan kedalaman 10 kilometer.

    Laman: 1 2 3

  • Gempa Cianjur Wafatkan Sepuluh Guru dan 42 Murid

    Cianjur, infopertama.com – Gempa Bumi yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022 dan sejumlah gempa susulan menimbulkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melaporkan sebanyak 10 guru dan 42 murid di wilayah setempat wafat akibat gempa bumi.

    “Jumlah tenaga pengajar yang meninggal berjumlah 10 jiwa, dan siswa sebanyak 42 jiwa. Jumlah ini berdasarkan rekapitulasi per hari ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Cianjur Akib Ibrahim mengutip ANTARA, Minggu siang.

    Ia mengatakan guru yang wafat berasal dari jenjang lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berjumlah tujuh jiwa. Guru SMP satu jiwa dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dua jiwa.

    Sedangkan, siswa yang wafat dominasi jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) sebanyak 34 jiwa. PAUD lima jiwa, PKBM dua jiwa dan SMP satu jiwa.

    “Kalau untuk jumlah korban di jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat berada di kewenangan Pemprov Jabar,” katanya saat singgung tentang korban dari kalangan pelajar dan guru SMA.

    Selain korban wafat, Akib juga melaporkan jumlah guru dan siswa mengalami luka berat berjumlah 81 orang, terdiri atas 74 siswa dan tujuh guru. Sedangkan luka ringan berjumlah 628 orang, terdiri atas guru 60 orang dan siswa 568 orang.

    Disdikpora Kabupaten Cianjur juga melaporkan jumlah bangunan rumah guru yang terdampak gempa di wilayah setempat berjumlah total 653 unit bangunan, rusak ringan 472 bangunan dan rusak berat 181 bangunan.

    “Rumah guru yang ambruk ada empat unit bangunan,” katanya.

    Laman: 1 2

  • Polres Cianjur: 20 Orang Meninggal Dunia, 100 Luka Akibat Gempa Cianjur

    Jakarta, infopertama.com – Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menyatakan 20 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi pada hari ini, Senin (21/11).

    Situasi terkini RSUD CIANJUR

    Dia mengatakan itu merujuk data dari RSUD Kabupaten Cianjur. Sebanyak 100 orang lainnya mengalami luka dan sedang rawat di RSUD.

    “Sementara masih dalam pendataan yang sudah kita bisa lihat secara langsung sedang dalam penanganan karena luka-luka itu 100 orang, meninggal dunia 20 orang data itu di RSUD Kabupaten Cianjur,” kata dia, Senin (21/11).

    Baca Juga: Apresiasi yang Penting Bagi Anak, Begini Kata Psikolog dari UST Yogyakarta

    Jumlah korban luka dan meninggal dunia masih berpotensi bertambah. Sejauh ini, ambulans juga masih terus berdatangan membawa warga yang terdampak gempa.

    “Untuk tempat lain masih pendataan. Yang lain masih proses karena ambulans masih terus berdatangan juga,” katanya.

    Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11). Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 6,84 Lintang Selatan -107.05 Bujur Timur.

    Baca Juga: Ada Kafe dan Resto Bajawa Flores di Bogor, Namun Diduga Tidak Berizin

    Gempa juga dirasakan masyarakat di kawasan Jabodetabek. Getaran gempa membuat sejumlah gedung perkantoran berguncang.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir akibat gempa yang memiliki kedalaman 10 kilometer itu tak ada potensi tsunami. BMKG memperingatkan kemungkinan terjadi gempa susulan.

  • Larantuka dan Kamanggih Masih Alami HTH, Sebagian Matim Tertinggi di NTT

    Kupang, infopertama.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan dua wilayah di Prov. Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori panjang. Sehingga berpotensi menimbulkan kekeringan.

    “Wilayah Larantuka di Kabupaten Flores Timur dan Kamanggih di Kab. Sumba Timur masih mengalami HTH kategori panjang (21-30 hari) pada Dasarian I November 2022,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmattulloh Adji dalam keterangan melansir Antara, Kamis (10/11/2022).

    Ia menyampaikan hal itu berkaitan pembaharuan informasi iklim di NTT per 10 November. Kata dia, Daerah dengan HTH kategori panjang, masih berada dalam ancaman bencana kekeringan sehingga masyarakat setempat perlu mewaspadainya.

    Kondisi kekeringan dapat menimbulkan sejumlah dampak seperti krisis air bersih maupun meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

    Rahmattulloh juga menjelaskan, umumnya wilayah lain di Prov. NTT mengalami curah hujan dengan kategori rendah (0-50 mili meter) pada dasarian I November.

    Sebagian daerah mengalami curah hujan menengah (51-150 mili meter) dan tinggi (151-300 mili meter). Sedangkan, sebagian kecil Kabupaten Manggarai Timur mengalami curah hujan dengan kategori sangat tinggi (lebih dari 300 mili meter).

    Masyarakat di daerah yang sudah memasuki Dureng, kata dia perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor.

    “Langkah-langkah mitigasi bencana perlu dipersiapkan terutama di daerah rawan bencana secara baik agar risiko dampaknya dapat diminimalisir,” katanya.

    Laman: 1 2

  • BMKG Ingatkan Sebagian Besar Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

    Ruteng, infopertama.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat sertai dengan kilat/petir dan angin kencang pada hari ini termasuk beberapa kota besar.

    Dalam peringatan dini BMKG pada Minggu (23/10), prakirakan hujan lebat turun di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Lalu di Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung dan Banten. Kemudian Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur.

    Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara. Juga di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Sementara itu, Bali dan Sulawesi Tengah dapat mengalami hujan dengan intensitas yang lebih ringan.

    Beberapa kota besar juga yang dapat mengalami hujan seperti Banda Aceh, Denpasar, Serang, Yogyakarta. Selanjutnya Gorontalo, Jambi, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda. Berikutnya di Tarakan, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Jayapura, Mamuju, Manado, Padang dan Medan.

    Untuk wilayah DKI Jakarta, prakirakan hujan intensitas sedang turun di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hari. Hujan ringan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat pada siang hari, Jakarta Selatan dan Timur pada malam hari serta Kepulauan Seribu pada dini hari.

    BMKG memperingatkan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur masuk dalam siaga dampak hujan lebat seperti banjir dan longsor.

    Laman: 1 2

  • Awal Oktober 2022 Empat Kali Gempa Mengguncang Tapanuli Utara, BMKG: Waspada Gempa Susulan

    infopertama.com – Awal Oktober 2022 ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat empat kali gempa terjadi mengguncang Tapanuli Utara, Sabtu (1/10/2022). Tiga di antaranya lebih dari 5 Magnitudo.

    Mengutip situs resmi BMKG, gempa pertama terjadi pada pukul 02.28 WIB dengan kekuatan 6 Magnitudo.

    Gempa berpusat di darat, 15 km barat laut Tapanuli Utara.

    Dengan kedalaman 10 Km, terekam dengan MMI IV di Tarutung, IV di Singkil, V di Sipahutar, III di Tapaktuan, dan III di Gunung Sitoli.

    Tak berselang lama, gempa kembali terjadi dengan kekuatan 5,1 Magnitudo. Tepatnya pada pukul 02.50 WIB.

    Gempa berlokasi di titik 4 Km timur laut Tapanuli Utara, Sumatera Utara dengan kedalaman gempa 10 Km.

    Pada pukul 03.37 WIB, di tempat yang berdekatan, gempa kembali mengguncang dengan kekuatan 5 Magnitudo.

    Tepatnya pada jam 03.37 WIB di 1 Km timur laut Tapanuli Utara, Sumut. Namun, BMKG menyebut gempa ini tidak berpotensi tsunami.

    Pada pukul 04.03 WIB, gempa kembali mengguncang wilayah Tapanuli Utara.

    Gempa 3,9 Magnitudo terekam hingga skala MMI III di Silangit.

    BMKG meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang masih mungkin terjadi.

    Laman: 1 2