Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai secara resmi menyelenggarakan rapat evaluasi penanganan tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Posko Komando pada Senin (31/8/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., bersama perwakilan BNPB, Bapak Arif menjadi pijakan awal untuk memulai masa transisi dua minggu ke depan menuju fase pemulihan pascabencana. Pertemuan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Satgas Tanggap Darurat, para Kepala Perangkat Daerah/OPD, serta jajaran instansi terkait.
Dalam arahannya, Bupati Manggarai menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Pusat, TNI-Polri, lembaga sosial, hingga para relawan yang bekerja sejak hari pertama bencana.
Fokus utama kini mulai digeser dari evakuasi darurat menuju pengembalian kehidupan masyarakat secara bertahap ke kondisi normal, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan berdasarkan informasi resmi lembaga berwenang.
Penyisiran Kesehatan Desa dan Pendampingan Medis
Berdasarkan pembaruan data resmi yang dipaparkan dalam rapat, dampak bencana gempa bumi tercatat mengakibatkan 51 orang meninggal dunia, 58 orang luka berat, dan 591 orang luka-luka.
Selain itu, sebanyak 50.526 warga saat ini tersebar di 188 posko pengungsian, dengan 7.530 jiwa di antaranya masuk dalam kategori kelompok rentan.
Sorotan khusus diberikan pada fakta bahwa 22 korban jiwa meninggal pada hari kejadian (15 Agustus 2026), sementara sisanya meninggal dalam penanganan pada hari-hari berikutnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












