Ruteng, infopertama.com – Pagi itu, Sabtu (15/8/2026), menjadi waktu yang tak akan pernah dilupakan oleh Onalia dan keluarga kecilnya di Peso – Pagal, Kecamatan Cibal. Guncangan gempa bumi Flores berkekuatan Magnitudo 7,7 meluluhlantakkan tempat tinggal yang dengan susah payah mereka bangun di usia senja.
Sebelum bencana melanda, Onalia—seorang ibu paruh baya—sebenarnya sudah terbangun untuk memasak di dapur. Namun, setelahnya ia kembali ke kamar tidur untuk menemani suaminya, Lorensius, yang sedang lelap bersama cucu perempuan mereka, Cecik.
Tiba-tiba bumi bergetar hebat. Makin detik guncangannya kian keras dan tak kunjung reda. Dalam kepanikan luar biasa, Onalia dan Lorensius langsung menyambar Cecik dan berlari kencang menuju pintu depan. Keajaiban kecil menghampiri saat pintu rumah tak macet dan berhasil dibuka lebar.
Di saat bersamaan, Tino—anak bungsu mereka yang masih duduk di kelas III SMA di Pagal—berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela kamarnya.
Setelah berhasil mencapai jarak aman di halaman depan, sambil terduduk dan memegang erat rumput di tanah, mereka menyaksikan sendiri kenyataan pahit: dinding rumah tembok yang baru dua tahun lalu mereka bangun runtuh berkeping-keping.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi kejadian pada Minggu (30/8/2026) sore, kondisi rumah impian Onalia kini hancur parah. Tiang-tiang balok beton bertulang penopang utama tampak patah menyilang dan menggantung retak, menunjukkan betapa dahsyatnya guncangan yang terjadi.
Dinding batako yang belum sempat diplaster itu roboh total meninggalkan puing-puing berserakan di dalam ruangan. Atap seng memang masih bertahan di atas kerangka kayu, tetapi dinding di bawahnya telah melayang dan jebol hingga memperlihatkan pemandangan ke luar rumah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












