Selamat dari Reruntuhan Tembok, Onalia kini Menyintas Mengandalkan Pangan Lokal

Kini, Onalia bersama suami, anak bungsu, dan cucunya terpaksa menyintas dan mengungsi sementara di rumah anak sulung mereka (orang tua Cecik) yang berjarak sekitar 100 meter ke arah selatan.

Rumah tersebut sejatinya belum pernah ditempati sejak selesai dibangun beberapa tahun lalu karena pemiliknya sedang mengadu nasib merantau di Kalimantan. Walau kondisi bangunan utamanya masih layak dihuni, beberapa dinding area dapur mulai bergoyang akibat retakan-retakan kecil pascagempa.

Untuk bertahan hidup sehari-hari, Onalia dan keluarganya mengandalkan pangan lokal seperti ubi-ubian untuk mengganjal perut. Di tengah keprihatinan tersebut, rasa kepedulian dari sesama perlahan mulai mengalir. Mereka sempat menerima bantuan paket sembako yang disalurkan melalui tetangga mereka, Engkos Ripin.

Selain itu, bantuan peralatan makan berupa piring juga telah mereka terima dari JPIC OFM melalui Paroki Pagal untuk menggantikan piring mereka yang hancur.

Kebahagiaan kecil kembali menyelimuti keluarga ini ketika Frater Gabriel, OFM datang berkunjung langsung pada Minggu (30/8/2026) untuk mengantarkan bingkisan kecil, sembari ngopi dengan peralatan seadanya di teras rumah meski kadang dengan tatapan kosong.

Meski kepedulian terus berdatangan, harapan Onalia kini masih sangat bergantung pada uluran tangan para dermawan luas.

Keluarga ini masih membutuhkan pasokan bahan makanan pokok, tambahan perlengkapan memasak sederhana, serta dukungan dana maupun material bangunan agar dapat mendirikan kembali tempat bernaung yang sederhana, layak, dan tahan gempa.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel