Ruteng, infopertama.com – Sistem rujukan kegawatdaruratan di Kabupaten Manggarai kembali menghadapi kasus serius. Seorang bayi berusia sembilan (9) bulan harus dirujuk dalam kondisi Triase Merah setelah mengalami kejang berulang disertai penurunan kesadaran.
Bayi tersebut dirujuk dari Puskesmas Watu Alo ke RSUD BLU Ruteng pada Senin, 31 Agustus 2026.
Fransiskus Djemahu, Jubir Posko HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai menyebutkan, bayi tersebut mengalami kejang berulang sebanyak tiga kali dan dicurigai mengalami ensefalitis.
Pada hari yang sama terdapat empat pasien yang dirujuk ke rumah sakit rujukan. Tiga pasien masuk kategori Triase Kuning, masing-masing satu pasien dewasa dengan observasi febris, suspek dengue dan kolelistitis; seorang ibu hamil dengan suspek abortus insipiens; serta seorang ibu hamil G2P1A0 usia kehamilan 35–36 minggu dengan ancaman prematur dan suspek IUGR.
“Satu pasien lainnya, yakni bayi sembilan bulan, masuk kategori Triase Merah.” Ujar Fransiskus, Senin.
Kasus tersebut, jelas Fransiskus menunjukkan bahwa di tengah penanganan korban gempa, sistem pelayanan kesehatan tetap harus mampu menangani kegawatdaruratan non-trauma, terutama pada bayi, ibu hamil dan kelompok rentan lainnya.
“HEOC menempatkan kecepatan deteksi dan rujukan sebagai salah satu perhatian utama dalam penanganan krisis kesehatan pascagempa.” Tutup Fransiskus.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












