Ruteng, infopertama.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama tim medis penanggulangan bencana gempa bumi Flores dalam menangani para korban terdampak mulai menunjukkan progres nyata dan berdampak positif bagi masyarakat. Berdasarkan laporan terkini Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dan RSUD Ruteng per 20 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA, sebanyak 30 pasien korban luka/keluhan ringan berhasil ditangani hingga dipulihkan dan diperbolehkan pulang (rawat jalan).
Berhasil dipulihkannya puluhan korban berstatus Triase Hijau ini menjadi bukti konkret efektivitas penanganan medis darurat, kesigapan petugas lapangan, serta kecepatan penanganan di lini pertama fasilitas kesehatan Kabupaten Manggarai.

Respons Cepat Lini Pertama: Mencegah Kondisi Ringan Menjadi Kritis
Berhasil ditanganinya puluhan korban luka ringan dan pasien dengan keluhan akut pascagempa tak lepas dari respons cepat penanganan di tingkat Puskesmas hingga RSUD Ruteng. Beberapa penanganan cepat yang telah membuahkan hasil pemulihan antara lain:

- Penanganan Tepat Pasca-Radiologi dan Reposisi: Pasien dengan cedera dislokasi engkel atas nama Inosensia Taek (22 th) di RSUD Ruteng telah selesai mendapatkan penanganan Rontgen serta pemasangan gips, sehingga kondisi pasien membaik dan berstatus rawat jalan.
- Pemulihan Pasca-Tindakan Bedah Ringan: Tiga pasien yaitu Edgar Ismail (1 th), Maria S. Celni (45 th), dan Yosep Pratama (11 th) yang menjalani tindakan Post Op Pasang Gips / Pinning Vulnus Confosum di RSUD Ruteng telah menunjukkan pemulihan signifikan dan diperbolehkan kembali ke rumah.
- Pengendalian Serangan Akut: Pasien di Puskesmas Kota dengan diagnosa Asthma Bronchiale Exacerbation akibat dampak situasi gempa berhasil distabilkan dan dinyatakan selesai penanganan penuh di Puskesmas.
Pemerintah Garansi Bebas Biaya & Mobilisasi Tim Medis Cadangan
Untuk menjaga tren positif pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa, Pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan jaminan penuh bahwa seluruh rangkaian penanganan medis, baik untuk pasien rawat jalan, rawat inap, tindakan operasi, hingga alur rujukan ditanggung 100% oleh APBD/Pemerintah Daerah.
“Seluruh biaya penanganan medis, perawatan inap, tindakan operatif, maupun rujukan korban bencana ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai. Fokus utama kita adalah memastikan masyarakat pulih dan kembali sehat tanpa terbebani biaya sedikit pun,” tegas Safrianus H. Djehaut, Ketua HEOC Kabupaten Manggarai.
Selain itu, guna mempercepat pemulihan pasien bergejala ringan di wilayah terpencil dan mencegah memburuknya kondisi pengungsi, Posko HEOC juga mengutus Tim Dokter Cadangan dan Relawan Medis Mobile ke PKM Langke Majok serta PKM Nanu, disamping menerjunkan Tim Respon Cepat (TRC) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ke titik pengungsian di Wae Rii, Reo, dan Ruteng.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











