Cepat, Lugas dan Berimbang

Yakobus dan Yohanes: Tertekan di Balik Ambisi Kekuasaan?

Yang terbaik, iya mintalah ijin penuh jujur dan terus terang untuk mau berkuasa! Itulah ambisi yang tak sanggup ditutupi. Adakah yang salah dari Prabowo jika ia minta ijin rakyat untuk berkuasa? Tidakkah ini adalah sejenis minta restu?

Prabowo memang tak sabaran untuk berkuasa. Di Pilpres 2019 lalu, tidakkah ia sudah duluan proklamasikan kemenangannya yang sensasional, yang ternyata berujung berantakan? Dan di Pilpres 2024 ini segala galang kekuatan mesti dioptimalkan. Demi tak jadi lukisan sejarah bangsa selamanya sebagai capres tetap. Tapi, Prabowo pasti tahu bahwa Pilpres bukan soal gemuknya koalisi pun tebalnya pundi-pundi logistik. Tapi, apakah dia masih punya daya pikat penuh pesona di hati massa?

Akhirnya, hari-hari ini, atmosfere Tanah Air, katanya, adalah milik para buzzer. Opini buzzer itu selalu tak berimbang. Glorifikasi pada calon tertentu, adalah titik suram sebaliknya bagi yang lain. Puja-puji akan yang satu pasti jadi mimpi buruk penuh umpat dan hina bagi calon yang lain. Cinta kasih, rasa kekeluargaan atau tolorensi umumnya degradatif kadarnya jelang pemilihan para kemimpin di rana kehidupan apa saja.

Bagaimanapun jutaan pasang mata batin di Tanah Air sepatutnya bertaruh untuk miliki kemampuan demi menyimak calon pemimpin: Siapakah di antara para calon RI 01 dan 02 2024 ini yang miliki potensi unggul untuk hadir demi bangsa dan negara sebagai pelayan dan hamba?

Yang jelas, tak diinginkan calon pemimpin yang berkelap-kelip merasa diri besar dan terkemuka. Apalagi berpotensi dalam memerintah rakyat dengan tangan besi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN