Dan walau digebuk terus sebagai Gubernur DKI hasil racikan politik identitas yang dinilai geli dan menjijikkan itu, Anis sudah melaju dengan suara sanjungan, “Gubernur rasa Presiden.”
Yakinlah di hari-hari ini Surya Paloh serta kaum yang senafas dengannya tetap berpikir serius agar Anis Baswedan, apalagi Nasdem, bisa sungguh berjaya. Bukankah Paloh adalah type orator penuh gelegar optimisme?
Tak gampang memang ‘menjual Anis hanya atas dasar rasa Presiden tanpa litania nyata karya demi publik ibukota. Atau masih maukah, demi Anis, tetap dipertahankan kiat-kiat politik identitas seperti di 2017 saat hempaskan Ahok?
Atau masih mau bertahan kah pada strategi kata penuh klarifikasi? Masuk dalam forma logika verbalis hedonis yang nyatanya banyak contra factum nya? Di situlah Anis Baswedan, seperti halnya Rocky Gerung, seringkali tertikam tombak kata-katanya sendiri.
Dan sungguhkah Anis masih dipertahankan? Tentu bukan karena strong and smart leadership yang dipunyainya. Ini katanya, hanya karena kehendak hati oknum ini dan itu, kelompok sana – sini, untuk ‘ambil dan curi untung politik, bisnis dan kepentingan’ sekiranya Anis jadi presiden dengan gaya dan kharakter kepemimpinannya seperti itu.
Lain Anis, lain lagi si Prabowo. Juara bertahan Capres yang ‘belum pernah menang,’ di usianya ke 72 tahun di 17 Oktober 2023 ini, masih saja energik dalam ambisi kekuasaan. Katakan saja ada strategi penuh persona yang tampak ‘lebih kalem tak meledak-ledak penuh emosi.’ Namun tetap ada ‘strategi operasional’ demi menggalang koalisi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






