Warga Rondowoing Bangun Jalan Rabat Beton Secara Swadaya, Menanti Sentuhan Pemda Manggarai Timur

Robertus mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong menunjukkan bahwa warga memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan kampung mereka.

“Saya sangat bangga karena masyarakat begitu antusias membangun jalan ini dengan swadaya sendiri. Saya juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua orang baik yang telah membantu,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah pihak yang turut mendukung gerakan tersebut, antara lain RD Beben (Pastor Paroki Maria Assumpta – Sita), Romo Yosef Karus, Pr., Pater Hironimus Jemantur, Romo Kamilus Pantus, Pr., Suster Ani, Pater Ansel, Dipo Nusantara, Popin selaku anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari Congkar, Edin selaku tokoh pendidik, Ardi Jemadur, serta Frater Edi dan para donatur lainnya.

Ruas Jalan Dibangun Sejak 1996, Belum Pernah Mendapat Lapen

Ruas jalan menuju Desa Rondowoing bukan jalan baru. Robertus menjelaskan, pemerintah pernah membangun ruas jalan tersebut pada 1996. Namun, setelah itu masyarakat kembali mengandalkan tenaga mereka untuk mempertahankan akses transportasi menuju desa.

“Jalan ini merupakan ruas jalan daerah. Pemerintah membangunnya pada tahun 1996 dan setelah itu warga mengerjakannya dengan cara gotong royong. Sampai sekarang jalan ini belum pernah mendapat pengerjaan lapen,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian lebih serius. Robertus mengatakan pihak pemerintah daerah sudah beberapa kali menjanjikan pengerjaan jalan, tetapi masyarakat belum melihat realisasi sesuai harapan.

“Sudah berulang kali ada janji untuk mengerjakan jalan ini, tetapi sampai sekarang kami masih berusaha sendiri memenuhi kebutuhan akses jalan melalui swadaya,” katanya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel