Menatap Rekam Jejak Gempa Flores, Belajar dari Masa Lalu demi Menjaga Masa Depan

Ruteng, infoperterma.com – Wilayah Flores dan sekitarnya kembali menjadi sorotan dalam rekam jejak aktivitas seismik di Indonesia. Melalui ulasan komparatif resmi yang dirilis oleh Kedeputian Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya memahami potensi ancaman gempa bumi dan tsunami di kawasan tersebut.

Langkah ini mengusung semangat utama bahwa sejarah tidak hadir untuk ditakuti, melainkan untuk dipelajari agar semua pihak siap menyongsong masa depan yang lebih aman.

Kawasan Flores menyimpan rekam sejarah kebencanaan yang cukup panjang, dengan tiga peristiwa besar yang tercatat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Peristiwa kelam pertama terjadi saat Gempa Flores berguncang hebat pada pertengahan Desember 1992 siang hari. Berada pada kedalaman 27,7 kilometer dengan magnitudo mencapai 7,8, gempa yang dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust ini membangkitkan gelombang tsunami dahsyat hingga ketinggian 25 meter.

Peristiwa di kawasan Maumere yang mencapai intensitas skala IX MMI ini merenggut 2.500 korban jiwa, melukai 500 warga, dan memaksa 90.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan bangunan yang masif.

Setelah rentang waktu yang cukup lama, ancaman guncangan besar kembali menyapa pada pertengahan Desember 2021. Kali ini, Laut Flores diguncang gempa dangkal berkedalaman 12 kilometer dengan kekuatan magnitudo 7,5 yang bersumber dari aktivitas Sesar Kalaotoa.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel