Cepat, Lugas dan Berimbang

Upaya Mengurangi Ancaman Dampak Perubahan Iklim, Yayasan Ayo Indonesia Duduk Bareng Petani

Yustina Ngguna (65 tahun) petani sayur-sayuran asal kampung kalabumbu, Kelurahan Watu Nggene sangat mengharapkan dukungan pemerintah agar usahanya tetap berjalan meski terjadi perubahan iklim, misalnya dalam bentuk plastik mulsa.

Mama Yustina

“Sejak tahun 2002, saya menanam sayur-sayuran sebagai sumber penghidupan keluarga untuk membiayai pendidikan anak-anak. Namun, pada saat dureng yang curahnya tinggi bulan januari hingga maret tidak bisa menanam sayur-sayuran. Banyak hama ulat yang muncul dan sayur-sayuran menjadi rusak. Kemudian bulan September juga tidak bisa tanam sebab suhu tanah sangat tinggi lantas sayur-sayuran menjadi layu dan mati, ini terjadi pada 5 tahun terakhir. Iklim sudah berubah,” ungkap Yustina.

Yohanes Nerdi, Duta Petani Andalan Kab. Manggarai Timur tahun 2021 dan juga menjadi ketua kelompok NerdiFarm yang merupakan tuan rumah pada pertemuan para petani tersebut berbagi pengalaman tentang tehnologi irigasi tetes yang ia terapkan di atas lahan seluas ¼ hektar sebagai aksi adaptasi terhadap perubahan iklim, khusus untuk penghematan penggunaan air dan biaya produksi.

Menurut dia, sejak penerapan tehnologi irigasi tetes tahun 2021, lahan usahanya tetap berproduksi aneka jenis sayuran dan buah semangka. Sebagai petani, kata Nerdi, tidak boleh patah semangat jika menghadapi masalah. Petani harus bersikap dan bermental wirausaha. Tidak boleh menyerah tetap berproduksi, dengan cara banyak belajar kepada petani yang telah sukses atau di youtube.

Keberhasilan kita dalam berusaha tergantung mental kita, ujar Nerdi. Maka sebaiknya masalah/tantangan dipandang sebagai bagian dari perjalanan kita menuju kesuksesan, jika kita mengalami kegagalan itu merupakan pembelajaran. Sedangkan sukses itu adalah buah dari banyaknya pembelajaran yang kita peroleh dalam berproses.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN