Cepat, Lugas dan Berimbang

Upaya Mengurangi Ancaman Dampak Perubahan Iklim, Yayasan Ayo Indonesia Duduk Bareng Petani

Sedangkan hasil analisis tingkat kerentanan dari 100 respoden (petani) yang diwawancara dan berdasarkan data sekunder profil desa/kelurahan untuk mengidentifikasi kondisi biofisik pemukiman dan lahan pertanian, pendapatan petani, dan tingkat pendidikan maka tingkat kerentanan masyarakat di 4 lokasi studi, yaitu desa Golo Ngawan, desa Golo Ndari, Kelurahan Rana Loba dan Kelurahan Watu Nggene dinilai sangat tinggi. Sebab, tingkat pendidikan mereka rendah, pendapatan rendah, dan lahan pertanian umumnya terletak di lokasi yang rawan banjir dan longsor.

Dampak Perubahan Iklim
Rikhardus Roden (Topi Hitam) Koordinator Program Yayasan Ayo Indonesia saat berdiskusi dengan para petani (ist)

Berdasarkan fakta ini Yayasan Ayo Indonesia bersama wakil kelompok tani pada Juli 2023 ketika mengikuti diskusi publik untuk pembahasan aksi cepat adaptasi dan mitigasi yang selenggarakan oleh Bappeltibangda menyetujui tawaran aksi mitigasi dan adaptasi yang diajukan oleh Kelompok Kerja Perubahan Iklim Manggarai Timur melalui kegiatan sekolah lapang pertanian dan iklim, pengembangan pertanian organik, pembangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) pupuk organik, integrasi pangan (promosi pangan lokal sorgum) dan bantuan benih padi yang tahan kering. Aksi-aksi ini akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Manggarai Timur tahun 2024.

Oleh karena itu, Rikhard mengajak agar kelompok yang hadir pada pertemuan hari ini, Sabtu (5/8/2023), aktif berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengajukan usulan guna mendapatkan dukungan pemerintah pada tahun 2023 dan tahun 2024. Baik untuk mendapatkan bantuan berupa benih sayur-sayuran/padi/sorgum, peralatan pertanian maupun pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas agar memliki ketangguhan menghadapi perubahan iklim.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN