Selain itu, ia menambahkan bahwa mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng mendapatkan kebebasan untuk memilih mata kuliah sesuai dengan bakatnya, juga dapat melakukan belajar silang antara fakultas.
“Kampus merdeka memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar sebakat dan minat. Sehingga nanti pekerjaan itu sebakat dan minat.”
Dengan program ini sejak awal mengarahkan adik-adik mahasiswa sesuai dengan bakat dan minat yang mereka miliki. “Karena itu anda diharapkan menguasai keilmuan sesuai dengan bakat dan minat. Dan, bisa masuk dunia kerja secara baik.”
Konsekuensinya, di kampus ini (Unika) anda memilih mata kuliah yang anda suka. Beda dengan sebelumnya, kurikulum yang prodi tetapkan mahasiswa wajib mengikuti semuanya. Sekarang, anda masih ada pilihan, walaupun tidak seluruhnya.
Kampus Merdeka memberi keleluasaan kepada mahasiswa tuk belajar di luar prodi dan di luar kampus unika St Paulus. “Satu semester adik-adik diperkenankan memilih mata kuliah di prodi lain. Yang di teknik bisa selama satu semester ikut kuliah di Argonomi, pun sebaliknya. Bukan hanya itu, mahasiswa juga diberi kesempatan selama dua semester berada di luar kampus. Belajar di perguruan tinggi lain atau di masyarakat dalam dunia kerja.” Tegas Profesor Yohanes.
Namun, hal ini bisa terlaksana tentunya apabila di prodi atau fakultas sudah susun kurikulumnya. “Dan saya yakin, itu semua masih dalam proses penyelesaian kurikulum tersebut.” Tutur Profesor Yohanes.
Hanya saja, program kampus merdeka ini tidak berlaku pada bidang kesehatan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

