Jakarta, infopertama.com – Pemerintah melalui PT PLN (Persero) membuktikan kehadiran negara menyentuh masyarakat di wilayah tertinggal, terluar dan terdepan (3T). Kehadiran itu wujudkan dengan memberikan bantuan biaya penyambungan listrik kepada 18.377 keluarga kurang mampu. Yakni sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di seluruh Indonesia sepanjang 2021.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, listrik yang diberikan PLN pada bantuan ini berdaya 450 Volt Ampere (VA). Penyaluran biaya penyambungan listrik tersebut merupakan bagian dari program Tangggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PLN pada 2021, dengan total anggaran mencapai Rp18,6 miliar.
“Program TJSL bertujuan untuk membantu masyarakat. Di antaranya berupa pembinaan usaha dan memberikan bantuan biaya penyambungan listrik,” kata Darmawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Juni 2023.
Menurut dia, biasanya dalam menyediakan listrik PLN hanya berkewajiban membangun jaringan untuk memasok listrik ke rumah pelanggan. Sementara untuk pembuatan instalasi di dalam rumah dan biaya penyambungannya biasanya menjadi tanggung jawab pelanggan.
Namun, dengan adanya bantuan ini seluruh kewajiban masyarakat jadi tanggungan PLN, hal tersebut memperlihatkan pemerintah selalu hadir bagi masyarakat tidak mampu.
“Tidak hanya menyambungkan listrik, bantuan tersebut meliputi pemasangan instalasi dan Standar Layak Operasi (SLO),” ujarnya.
Darmawan mengungkapkan, bantuan penyambungan listrik gratis ini merupakan bentuk pemenuhan kewajiban PLN dalam pemerataan kelistrikan di seluruh Indonesia. Selain itu juga sebagai wujud hadirnya negara melalui akses energi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan