“Mai gah, 50 makan 100, mai gah (Ayo, 50 makan 100),” demikian kalimat penonton yang sering terdengar di lokasi.
Tiap hari, Polisi ikut bermain
Wartawan juga berhasil menggali informasi dari seseorang di lokasi. Ia menyebut bahwa aktivitas taji manuk ini setiap hari. Pemain dari luar Manggarai juga bahkan ikut bermain judi di lokasi itu.
“Main terus setiap hari. Senin-Sabtu itu mulai sekitar jam 2 siang dan Minggu mulai jam 1 siang. Kalau Minggu itu yang paling ramai, karena pemain dari Bajawa, Aimere itu juga main di sini,” kata orang tersebut.
Ia juga mengatakan, arena judi itu beroperasi sejak bulan Januari 2022 lalu.
“Sebelumnya di Tuke, tapi ketahuan oleh Polisi, jadi pindah ke sini (Konggang, pen) mulai Januari,” tambahnya.
Usai mendatangi lokasi itu, Wartawan mewawancarai sejumlah warga. Mereka mengaku sudah mengetahui soal adanya aktivitas itu. Namun, mereka mengira bahwa arena judi itu sudah mendapat izin Kepolisian.
Hal itu, lantaran warga juga menyaksikan beberapa oknum yang ia ketahui jelas berprofesi sebagai Polisi dan turut berjudi di lokasi itu.
“Haeh, kami kira sudah ada izinnya. Kenapa dibiarkan, padahal lokasinya tidak terlalu tersembunyi. Apalagi ada beberapa Polisi juga main, tetapi waktu main mereka berpakaian preman.”
“Kami tau sekali kalau mereka itu Polisi, untuk apa kami bohong,” ujar salah seorang warga yang diamini warga lain, meyakinkan Wartawan.
Mereka juga mengaku resah lantaran keberadaan arena itu mengganggu ketenangan mereka.
“Ribut om. Itu motor, mobil begitu banyak, bising rasanya. Terus teriakan orang-orang yang main itu juga kami dengar jelas sekali. Ya, kita rasa terganggu juga,” keluh para warga itu.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











