Tag: Teroris

  • Diduga Jadi Teroris, Pelajar SMA di Gowa Ditangkap Densus 88 saat Beli Minum

    Diduga Jadi Teroris, Pelajar SMA di Gowa Ditangkap Densus 88 saat Beli Minum

    infopertama.com – Meski aksi teror kini mereda, Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88) tak berhenti untuk memburu terduga teroris.

    Terbaru, Densus 88 menangkap seorang pelajar SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

    Pelajar SMA itu berinisial MAS, ditangkap Densus 88 karena diduga sebagai teroris.

    Merangkum berbagai sumber, MAS diketahui pelajar SMA kelahiran 2007 atau kini berusia 18 tahun.

    MAS berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah di Gowa. Ia duduk di bangku kelas 3 SMA.

    Ibu MAS, berinisial SK dibuat kaget dengan penangkapan anaknya oleh Densus 88.

    “Anak ku yang diamankan umur 18 tahun, diamankan diduga teroris,” katanya dikutip dari Tribun-Timur, Minggu (25/5/2025).

    SK melanjutkan ceritanya, MAS merupakan anak tertuanya.

    MAS memiliki tiga saudara lainnya yang masih kecil-kecil.

    Selain sibuk sekolah, MAS mengajar di salah satu pondok tahfidz di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

    Kronologi penangkapan

    Penangkapan bermula saat jajaran kepolisian mendatangi Jalan S. Daeng Emba, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (24/5/2025), pukul 17.30 WITA.

    Unsur kepolisian tersebut berasal dari Densus 88 hingga Satreskrim Polres Gowa.

    Dari info yang beredar, MAS diamankan saat perjalanan membeli air minum isi ulang di daerah tempat tinggalnya.

    Petugas juga menggeledah rumah yang ditempati oleh MAS.

    Lewat foto, MAS dan sang ibu SK tinggal di rumah panggung. Dinding rumah terbuat dari kayu dan seng.

    Sejumlah barang bukti diamankan petugas dalam penggeledahan tersebut. Belum diketahui jenis barang apa saja yang dibawa.

    Laman: 1 2 3

  • Bom Meledak dalam Masjid, 28 Tewas dan 150 Luka

    infopertama.com – Sebuah Bom tetiba meledak saat ratusan Jemaah sedang menjalankan Sholat Ashar di sebuah masjid di kota Peshawar, Pakistan pada Senin, (31/01/2023) waktu setempat. Akibatnya, sebanyak 28 orang tewas dan lebih dari 150 orang luka-luka.

    Polisi setempat menyebut Bom yang meledak dalam masjid itu mengakibatkan beberapa bagian bangunan masjid hancur. Selain itu, masih banyak jemaah yang terjebak di dalam reruntuhan. Sehingga alat berat serta pemadam kebakaran turunkan untuk menyisir reruntuhan guna mencari korban selamat.

    Ledakan terjadi saat jemaah yang akan sholat Ashar memadati masjid tersebut.

    Petugas mengatakan ledakan berasal dari jamaah baris kedua. Tim penjinak bom menyelidiki kemungkinan bom meledak dalam masjid itu sebagai serangan bunuh diri.

    Perdana Menteri Shebaz Sharif mengutuk keras serangan itu. Dalam sebuah pernyataan, Sharif mengatakan mereka yang berada di balik insiden itu tidak ada hubungannya dengan Islam.

    “Seluruh bangsa berdiri bersatu melawan ancaman terorisme,” katanya, mengutip BBC.

    Juru bicara Rumah Sakit Lady Reading, Mohammad Asim, mengatakan bahwa beberapa dari mereka yang terluka berada dalam kondisi kritis. “Ini situasi darurat,” tambah Asim.

    Media lokal di kota Peshawar melaporkan bahwa polisi, tentara, dan regu penjinak bom hingga kini masih berada di tempat kejadian. Perlu ketahui lokasi peristiwa berada dekat perbatasan Pakistan dengan Afghanistan.

    Sementara itu, di ibu kota, polisi Islamabad mengeluarkan peringatan keamanan tinggi. Semua pintu masuk dan keluar kota telah dalam penjagaan ketat.

    Laman: 1 2

  • Diduga Anggota Brimob Ditangkap Densus 88 di Lampung, Ini Reaksi Dansat Brimob

    Lampung, infopertama.com – Beredar informasi Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial TW di Bengkunat, Kab. Pesisir Barat, Provinsi Lampung, adalah seorang anggota Brimob.

    Menanggapi informasi tersebut,
    Dansat Brimobda Lampung Kombes Wahyu Widiarso mengaku tidak tahu mengenai kabar adanya dugaan Densus 88 menangkap anggota Brimob di Lampung.

    “Belum tahu, kami enggak ada dan tidak ada sangkut pautnya. Itu dari Densus yang ngurus,” kata Wahyu Widiarso, Senin (14/11/2022).

    Densus 88 sendiri menggeledah rumah TW di Jalan Kucing, RT 41 RW 07, Purwoasri, Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung.

    Pemberitaan sebelumnya sebagaimana Antara, Ketua RW 07 Harta’at membenarkan ihwal Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan warganya.

    Ia menjelaskan, TW kurang lebih sudah dua tahun pergi meninggalkan keluarganya.

    “Benar Mas ada warga kami yang diamankan di Pesisir Barat dua hari yang lalu,” kata dia, saat dikonfirmasi, Minggu (13/11/2022).

    Kata Dia, kemarin Sabtu (12/11/2022) pihak keluarga juga dapat pemberitahuan dari Tim Densus 88 Antiteror. Sekaligus melakukan penggeledahan di rumah TW.

    Dari penggeladahan tersebut, densus 88 menemukan ada 12 buku dan dua kaset yang oleh pihak kepolisian amankan.

    “Saya sebagai pamong setempat menyaksikan sekitar 40 menit penggeledahan berlangsung. Tapi tidak perkenankan memotret barang bukti agar tidak menyebar luas,” jelasnya.

    Harta’at menambahkan, sebelum pergi TW merupakan sosok orangnya yang biasa saja. Selain itu TW juga dkenal sangat aktif di lingkungan, guyub rukun dengan tetangga dan sering melakukan gotong royong.

    Laman: 1 2

  • FS, Terduga Teroris di Lumajang Ditangkap Densus 88

    Lumajang, infopertama.com – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kabarkan menangkap seorang terduga teroris berinisial FS di Desa Sumbermujur, Kab. Lumajang, Jawa Timur, Selasa (06/09/22).

    Kepala Kepolisian Resor Lumajang Ajun Komisaris Besar Polisi Dewa Putu Eka Darmawan kepada sejumlah wartawan enggan menyampaikan secara detail terkait operasi penangkapan terduga teroris oleh Tim Densus 88. Operasi itu berlangsung di sebuah rumah yang berada di Desa Sumbermujur, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

    “Memang benar ada tim Mabes Polri yang bergerak ke sana. Hanya informasi itu yang saya dapat dan keterangan lain-lain mungkin bisa langsung konfirmasi ke Mabes Polri,” katanya di Lumajang.

    Baca Juga: Tuan Toko Bahagia Ruteng Klaim Trotoar Milik Pribadi, Gunakan Tuk Parkir Mobil Boks

    Ia mengatakan pihaknya tidak mengetahui aktivitas sehari-hari warga tangkapan Tim Mabes Polri tersebut.

    Saat dikonfirmasi mengenai jaringan teroris mana terduga yang ditangkap, Kapolres juga mengatakan pihaknya tidak tahu secara langsung.

    “Terkait jaringan mana saya tidak tahu. Dari kegiatan di sana, hanya mengamankan satu orang dan langsung bawa ke Mabes Polri,” ujarnya singkat.

    Informasi di lapangan, terduga FS baru menempati rumah di Desa Sumbermujur sekitar empat bulan. Dan, selama itu juga jarang berkomunikasi dengan warga sekitar.

    Warga mengenal FS sebagai seorang relawan yang membantu korban terdampak erupsi Gunung Semeru yang berada di Desa Sumbermujur, Kecamatan Senduro, Lumajang.

  • Waspada! Teroris Kini Ubah Strategi: Gabung Partai, Ormas Islam hingga Lembaga Negara

    Jakarta, infopertama.com – Beberapa hari terakhir ramai pemberitaan media soal penangkapan terduga teroris. Di Bengkulu Tim Antiteror Densus 88 menangkap tiga orang terduga teroris, ada yang menjadi kader partai Ummat juga sebagai anggota MUI.

    Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengatakan keberadaan terduga teroris di sejumlah Ormas Islam, partai, hingga lembaga negara merupakan buntut perubahan strategi organisasi teror. Ifran mengklaim pola baru teroris menggunakan sistem demokrasi untuk masuk menguasai lembaga secara formal.

    “Jangankan lembaga negara, jangankan partai. Organisasi ummat yang sangat kita harapkan melahirkan fatwa-fatwa atas kegelisahan umat terhadap persoalan kebangsaan itu juga dimasuki.” Kata Irfan Idris dalam Sharing Session BNPT di Jakarta Selatan, Jumat (18/2).

    Atas Perintah Bakar Al Bagdhadi

    Perubahan ini terjadi setelah pemimpin ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi menyerukan kepada simpatisan, pendukung, militan, dan kelompok inti agar tidak semuanya berangkat ke Suriah.

    “Ini perubahan strategi mereka setelah Abu Bakar Al Bagdhadi mengumandangkan, menginstruksikan… untuk melakukan pola jangan semuanya harus ke Suriah,” kata Irfan.

    Menurut Irfan, Abu Bakar Al Baghdasi menyilakan pengikutnya untuk melakukan aksi di negara sendiri.

    Mulanya, mereka berencana menjadikan wilayah Poso, Sulawesi Tengah atau Filipina. Namun, aparat mengeksekusi tokoh pendukung ISIS, Santoso.

    “Silakan beraksi di negeri sendiri dan direncanakan untuk dipusatkan di Poso,” tuturnya.

    Laman: 1 2