Bom Meledak dalam Masjid, 28 Tewas dan 150 Luka

Bom meledak dalam masjid
Ilustrasi (ist)

infopertama.com – Sebuah Bom tetiba meledak saat ratusan Jemaah sedang menjalankan Sholat Ashar di sebuah masjid di kota Peshawar, Pakistan pada Senin, (31/01/2023) waktu setempat. Akibatnya, sebanyak 28 orang tewas dan lebih dari 150 orang luka-luka.

Polisi setempat menyebut Bom yang meledak dalam masjid itu mengakibatkan beberapa bagian bangunan masjid hancur. Selain itu, masih banyak jemaah yang terjebak di dalam reruntuhan. Sehingga alat berat serta pemadam kebakaran turunkan untuk menyisir reruntuhan guna mencari korban selamat.

Ledakan terjadi saat jemaah yang akan sholat Ashar memadati masjid tersebut.

Petugas mengatakan ledakan berasal dari jamaah baris kedua. Tim penjinak bom menyelidiki kemungkinan bom meledak dalam masjid itu sebagai serangan bunuh diri.

Perdana Menteri Shebaz Sharif mengutuk keras serangan itu. Dalam sebuah pernyataan, Sharif mengatakan mereka yang berada di balik insiden itu tidak ada hubungannya dengan Islam.

“Seluruh bangsa berdiri bersatu melawan ancaman terorisme,” katanya, mengutip BBC.

Juru bicara Rumah Sakit Lady Reading, Mohammad Asim, mengatakan bahwa beberapa dari mereka yang terluka berada dalam kondisi kritis. “Ini situasi darurat,” tambah Asim.

Media lokal di kota Peshawar melaporkan bahwa polisi, tentara, dan regu penjinak bom hingga kini masih berada di tempat kejadian. Perlu ketahui lokasi peristiwa berada dekat perbatasan Pakistan dengan Afghanistan.

Sementara itu, di ibu kota, polisi Islamabad mengeluarkan peringatan keamanan tinggi. Semua pintu masuk dan keluar kota telah dalam penjagaan ketat.

Peshawar, yang berada di wilayah barat laut Pakistan sendiri, telah lama menjadi sarang aktivitas militan. Maret lalu, seorang pembom bunuh diri ISIS menyerang sebuah masjid minoritas Syiah yang menewaskan 64 orang dan menjadi serangan teror paling mematikan di Pakistan sejak 2018.

Menurut laporan AFP, cabang domestik Taliban, dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), juga aktif di sana. Sejak Taliban bangkit kembali berkuasa di Afghanistan, Islamabad menuduh mereka gagal mengamankan perbatasan pegunungan mereka, yang memungkinkan pejuang untuk bolak-balik melakukan serangan dan melarikan diri dari penangkapan.

Sementara menurut Institute for Peace Studies (PIPS), selama 12 bulan pertama pemerintahan Taliban di Afghanistan, Pakistan menyaksikan lonjakan 50% serangan militan, yang fokuskan di provinsi perbatasan barat. Detektif mengatakan pengebom Negara Islam Maret 2022 di Peshawar adalah seorang pengasingan Afghanistan yang telah kembali ke rumah untuk berlatih untuk serangan itu.***

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV