Jogja, infopertama.com – Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof Sutrisna Wibawa, menyebutkan kalau guru itu gagal atau belum berhasil mengimplementasikan Merdeka Belajar. Menurutnya, salah satunya karena terbiasa petunjuk, panduan dari atas. Padahal Merdeka Belajar belajar secara merdeka, mandiri sesuai potensi diri, alam lingkungan, sosio-kulturnya. Guru harus ajur-ajer, asah-asih-asuh.
“Memperlakukan siswa atau peserta didik sebagaimana anak sendiri. Guru harus welas asih, ya among, momong, ngemong,” ujar mantan Rektor UNY itu.
Ia menambahkan, Merdeka Belajar itu sebenarnya dari Sistem Among/Among System konsep Ki Hadjar Dewantara, pendiri perguruan kebangsaan Tamansiswa.
“Guru sampai sekarang masih gagal implementasikan Merdeka Belajar. Untuk itu, perlu merunut kembali dan mempelajari Sistem Among dengan jiwa merdeka dan kemandirian.” Ujar Prof Dr. Sutrisna Wibawa MPd dalam Bedah Buku ‘Berpaling Kepada Sistem Among’ – Bunga Rampai Ketamansiswaan, Permuseuman dan Kemasyarakatan’ karya Ki Bambang Widodo. Giat bedah buku itu berlangsung di kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Jalan Batikan, Kamantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (25/10/2022).
Drs Octo Lampito MPd (Pimpinan Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat dan KRJogja.com) juga ikut membedah buku tersebut dengan moderator Dr Hajar Pamadhi MA. Pengantar kegiatan tersebut oleh Tri Suparyanto MM (Ketua Penyelenggara), Dr drh Munawaroh (Ketua Umum PKBTS). Dan, Rektor UST Yogyakarta Prof Pardimin MPd PhD membuka secara resmi.