Strong Women: Perempuan Tangguh yang Beradaptasi Menghadapi Perubahan

Di sepanjang perjalanan terlihat hamparan hijau pepohonan, tanaman cengkeh, dan kopi yang tumbuh subur. Alam Manggarai memperlihatkan keindahannya, tetapi di balik hijaunya alam itu tersimpan cerita perjuangan para petani.

Cengkeh yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat, dalam dua tahun terakhir belum memberikan hasil seperti yang diharapkan. Pohon-pohon itu tetap berdiri kokoh, tetap dirawat, seolah menjadi sahabat yang menunggu waktu untuk kembali memberi harapan.

Bagi keluarga petani, terutama para ibu yang mengelola ekonomi rumah tangga, keadaan ini bukan hal mudah. Namun mereka tidak menyerah. Mereka tetap bekerja, merawat kebun, menjaga keluarga, dan mencari jalan agar kehidupan terus berjalan.

Ketika tiba di Kampung Golo Ara, kami disambut dengan keramahan khas orang Manggarai. Ibu-ibu hadir bersama anggota lainnya dengan wajah penuh semangat. Di tangan mereka terlihat buku anggota yang menyimpan perjalanan ekonomi keluarga melalui kebiasaan menabung dan memenuhi kewajiban sebagai anggota.

Di dalamnya tersimpan catatan perjuangan keluarga, termasuk lembaran rupiah berwarna merah dan biru yang menjadi simbol hasil kerja keras, disiplin, dan harapan untuk masa depan.

Lejong edukasi berlangsung di rumah Om Paskalis, Rumah sederhana itu berubah menjadi ruang belajar, ruang berbagi pengalaman, dan ruang menumbuhkan harapan.

Dalam pertemuan tersebut, Rikhardus menyampaikan materi tentang melek keuangan. Anggota diajak memahami bahwa mengelola uang sama pentingnya dengan mencari pendapatan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel